Januari 2024, Fakultas Farmasi Universitas Andalas (UNAND) luluskan 3 Doktor Baru

1,245

AMANAH UMMAT.COM.Fakultas Farmasi UNAND kembali menggelar Sidang Promosi Doktor Farmasi. Sidang Promosi Doktor ini, sekaligus menandai bertambahnya lulusan Doktor di Fakultas Farmasi UNAND.

Acara berlangsung dan berlokasi di Ruang Aula Lantai II, Gedung Fakultas Farmasi Universitas Andalas.

3 Doktor baru tersebut adalah Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc (lulus 25 Januari 2024), Dr. apt. Irene Puspa Dewi, M.Farm. (lulus 26 Januari 2024) dan Dr. apt. Dwi Lestari, M.Si. (lulus 30 Januari 2024).

3 Doktor baru Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, Dr. apt. Irene Puspa Dewi, dan Dr. apt. Dwi Lestari, M. Si bersama promotor Prof. Dachriyanus, bu Dekan Farmasi Unand Prof. Fatma Sri Wahyuni, Wakil Dekan 2 Dr. apt. Salman, dan Kaprodi S3 Farmasi Prof. Erizal Zaini

Acara dimulai yang dibuka Ketua SIdang Prof. Dr. apt.  Erizal Zaini (kaprodi S3 Farmasi), dibuka Dekan Fakultas Farmasi UNAND, dan dilanjutkan dengan pemaparan hasil disertasi selama kurang  lebih 15 menit oleh promovemdus/ promovenda. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari pertama penguji eksternal dan dilanjutkan oleh penguji internal fakultas Farmasi UNAND.

Promovenda Irene Puspa Dewi merupakan Dosen tetap di Akademi Farmasi Prayoga, Padang, Sumatera Barat. Memulai Pendidikan S3 nya di UNAND pada tahun 2021. Pada sidang ini, Irene mengangkat judul disertasi “Potensi Tumbuhan Obat Sumatera Barat dalam Penanganan Covid 19”, yang di Promotori oleh Prof., apt. Dachriyanus, Ph.D, Promotor 1: Prof. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D dan Co-Promotor 2:  Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M.Si.

Irene memaparkan bahwa penelitian yang dilakukan dalam disertasinya berkaitan dengan Potensi Tumbuhan Obat Sumatera Barat dalam Penanganan Covid 19. Latar belakang penelitian ini adalah adanya pandemi Covid 19 yang menjadi pandemi terbesar bagi dunia dalam beberapa dekade belakangan ini. Bahkan virus SARS-CoV-2 sebagai virus penyebab Covid 19 tela…

Promovenda Dwi Lestari, berkerja sebagai dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan sejak Juli 2023 menjabat sebagai Dekan FF UMKT. Promovenda emulai Pendidikan S3 nya di UNAND pada tahun 2021. Pada sidang ini, Dwi mengangkat judul disertasi

“Pengembangan Metode Analisis Secara Fisikokimia Dan Biologi Molekuler Untuk Deteksi Bakso Dan Sosis Sapi Yang Mengandung Daging Tikus (Rattus norvegicus) Untuk Autentikasi Halal.”, yang di Promotori oleh Prof., apt. Dachriyanus, Ph.D, Co-Promotor 1: Prof. apt. Abdul Rohman, M.Si, Ph.D (UGM), Co-Promotor 2: Dr. apt. Syofyan, M.Farm.

Menurut Dwi Latar belakang dari dipilihnya topik tersebut karena munculnya beberapa berita dan kejadian baik yang terbukti benar ataupun hoax mengenai pemalsuan produk makanan berbahan dasar daging sapi yang sangat meresahkan masyarakat.

Oleh karena itu pemerintah membuat Undang-Undang Republik Indonesia No.33 tahun 2014, pasal 4 tentang Jaminan Produk Halal. Perlindungan konsumen adalah hal penting yang harus diperhatikan. artinya bahwa semua produk dan barang gunaan yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal.

Metode analisis yang efektif, andal dan reproduktifitas tinggi sangat diperlukan untuk menganalisis daging tidak halal dalam produk makanan berbahan dasar daging untuk menjamin status kehalalan produk.

Pada penelitian ini telah dikembangkan beberapa metode analisis secara fisikokimia dan biologi molekuler untuk mendeteksi daging tikus yang terdapat dalam bakso dan sosis sapi.

Metode ekstraksi lemak pada penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu: metode Bligh Dyer, metode Folch dan metode Soxhlet. Analisis keberadaan unsur daging tikus dalam bakso dan sosis sapi menggunakan kemometrika pattern recognition dengan menggunakan variabel respon dari hasil pengukuran spektra dari FTIR, spektra dari H NMR dan hasil dari GCMS serta desain primer yang spesifik untuk mengidentifikasi DNA daging tikus dalam bakso dan sosis sapi dengan menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction. Semua metode analisis fisikokimia dan biologi molekuler ini cocok digunakan sebagai metode standar untuk analisis autentikasi halal, ujar Dwi

Dwi berhasil pempublikasikan hasil penelitian jurnal internasional bereputasi, yaitu:  Publish International Journal of Food Properties (Q1 terindeks Web of Science), Publish  International Journal Of Applied Pharmaceutics (Q2 Scopus), accepted Food Research (Q3 Scopus), dan accepted International Journal Of Applied Pharmaceutics (Q2 Scopus).

Keputusan kelulusan di bacakan oleh Ketua Penguji yang merupakan pimpinan, ketiga Doktor baru Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, Dr. apt. Irene Puspa Dewi, M.Farm., dan Dr. apt. Dwi Lestari, M.Si. itu lulus dalam waktu 2,5 tahun (5 Semester) dengan predikat “Dengan Pujian”.

Dekan Farmasi UNAND Prof. apt. Fatma Sri Wahyuni, Ph.D berpesan bahwa sesuai Visi Fakultas Farmasi UNAND yaitu Menjadi Fakultas Farmasi terkemuka dan bermartabat di tingkat nasional dan internasional dalam bidang kefarmasian pada tahun 2028, maka penyelenggaraan Prodi S3 Farmasi UNAND adalah salah satu langkah yang kita lakukan.

“Perjuangan untuk menyelesaikan studi ini cukup panjang, melelahkan dan penuh pengorbanan dan alhamdulillah akhirnya berhasil, selamat kepada Doktor baru, Jadilah orang yang berkepribadian seperti padi, yang semakin berisi semakin merunduk, dan jaga nama baik almamater sebagai alumni” ujar sekretaris APTFI itu

Fakultas Farmasi Universitas Andalas didirikan dengan nama Jurusan Farmasi di bawah Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) pada tanggal 21 September 1964 merupakan salah satu jurusan/ fakultas farmasi tua di Indonesia

Menurut ketua prodi program Doktor Farmasi Prof. Dr. apt. Erizal Zaini, M.Si. untuk pembukaan program studi Doktor Farmasi Universitas Andalas dibuka pada tahun 2018 sesuai dengan SK Menristekdikti no 1204/KP/I/2018 tanggal 28 Desember 2018. “S3 Farmasi Unand menawarkan By Course dan by reseach. Untuk by course mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan dengan struktur kurikulum yang ditetapkan.

Sedangkan By research: mahasiswa tidak ada perkuliahan kelas tetapi wajib mengikuti pembimbingan intensif untuk setiap tahap penyusunan disertasi dan minimal mempublikannya pada 3 jurnal dan salah satunya jurnal internasional bereputasi”ujar Erizal. (Eka Siswanto Syamsul)

Leave A Reply

Your email address will not be published.