Ambulance EMT-ITS di Prioritas Pengisian BBM di SPBU Samarinda

547

SAMARINDA Amanah ummat.ComSebanyak 41 ambulance relawan yang tergabung di Emergency Medical Team – Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) mendapatkan barcode dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalu Dinas Perhubungan Kota Samarinda

Pemberitaan barcode sebagai tindaklanjut keluhan para relawan ambulance yang berjam-jam harus antri untuk dapatkan BBM, sementara harus segera melakukan misi kemanusiaan. Secara simbolis pemberian barcode ditempelkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu pada apel siaga Ambulance Natal 2023 dan Baru 2024 di Unit ambulance Pink milik LSM Pawang dan ambulance Tenggarong Emergency Action (TEA) yang berlangsung di Taman Samarendah, Kamis malam, 21 Desember 2023 dengan komandan Upacara Edi Ryanto relawan RTS

Dalam apel tersebut, Hotmarulitua Manalu Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan ambulance adalah kendaraan sebagai penolong kecelakaan, baik itu kecelakaan lalu lintas, musibah kebakaran, ataupun kecelakaan lainnya.

“Relawan ambulance harus Perhatikan kondisi Ambulance, cek rem, ban, kodisi mesinnya. Jangan sampai ambulance menolong orang justru menjadi penyebab kecelakaan. Dan sangat penting perhatikan mengedepankan kemahiran driver ambulance, dalam membawa pasien atau Orang yang kita tolong,” pesan Hotmarulitua.

Dijelaskan pemberian stiker barcode untuk memberikan prioritas kendaraan ambulance dalam pengisian BBM di SPBU, menyusul kebijakan pemerintah kota Samarinda dalam pemberlakuan waktu pengisian BBM bagi kendaraan.

“Selama 5 hari kita laksakana pengaturan, berdasarkan analisis dan sebelumnya sudah di survei selain pengaturan lalu lintas di siang hari dialihkan ke malam hari untuk mereduksi yang mensuplai ke Pertamini.” jelasnya.

Sementara itu Munanto relawan Ambulance dari PWI Kaltim Peduli menyampaikan apa yang dilakukan Dinas Perhubungan dalam memberikan tanda atau barcode ke unit ambulance relawan EMT-ITS sangat tepat.

“Beberapa SPBU mengharuskan Ambulance ikut antri dengan kendaraan lain kecuali sedang membawa pasien atau kondisi gawat darurat. Sehingga dengan barcode ini ambulance bisa langsung ke depan tidak perlu antri untuk kembali siaga sewaktu-waktu ada emergency,” jelas Munanto.

Bayangkan, lanjut Munanto jika ambulance sedang membawa pasien emergency mampir ke SPBU untuk pengisian BBM agar mendapatkan prioritas pengisian apa jadinya. “Jika keluarga ada yang sakit kemudian dibawa Ambulance, dan ambulancenya mampir SPBU untuk pengisian BBM, pasti akan protes ke sopir Ambulance,” tambah Munanto.

Selama ini, SPBU di Samarinda yang mengharuskan Ambulance mengantri untuk mendapatkan BBM sebagaimana kendaraan lainnya seperti SPBU Jalan Juanda depan Polsek Samarinda Ulu, SPBU Jalan Kadrie Oening, SPBU Kesuma Bangsa, SPBU Jalan Sentosa, SPBU jalan A. Wahab Sjahranie, sedangkan untuk Jalan Gatot Subroto dan SPBU Jalan Juanda (samping jalan Juanda 2) masih memberikan prioritas setiap ambulance dalam pengisian BBM.(mn)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.