SAMARINDA (Amanah Ummat.Com). Kebakaran yang melanda Big Mall Samarinda dinilai berdampak besar terhadap perekonomian dan sistem keselamatan bangunan di Ibu Kota Kaltim. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, bukan hanya fokus pada penanganan insiden.
“Big Mall saat ini menjadi pusat perbelanjaan utama di Samarinda. Ketika terjadi kebakaran, dampaknya luar biasa, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat,” ujar Sigit, Rabu (11/6/2025).
Ia menyebut Big Mall telah menggantikan peran strategis pusat perbelanjaan lain seperti Mal Lembuswana dan SCP, yang kini mengalami penurunan jumlah pengunjung. Penutupan sementara Big Mall, lanjutnya, sangat memukul aktivitas ekonomi warga.
“Memang mal lain mungkin mendapat limpahan pengunjung, tapi itu bukan solusi atas kerugian besar yang terjadi,” tegasnya.
Politikus PAN itu menekankan perlunya evaluasi terhadap sistem perizinan dan pengawasan bangunan. Ia menilai manajemen mall dan pemerintah daerah sama-sama memiliki tanggung jawab atas insiden tersebut.
“Pemerintah kota sebagai pemberi izin harus ikut bertanggung jawab. Ini soal keselamatan publik yang tidak boleh diabaikan,” katanya.
Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap gedung-gedung publik lain yang rawan kerumunan, untuk memastikan sistem keamanan bangunan sesuai standar.
“Jangan tunggu kejadian serupa baru bergerak. Ini bukan hanya tanggung jawab kota, tapi juga provinsi. Semua pihak harus terlibat,” pungkasnya. (Adv DPRD kaltim /Zal)
Comments are closed.