BONTANG (Amanah Ummat.Com) . DPRD Provinsi Kalimantan Timur mendukung pembangunan di Bontang guna menyelesaikan sejumlah persoalan dan meningkatkan kualitas SDM di Kota bermotto Bessai Berinta atau Mendayung Bersama.
Dukungan tersebut disampaikan sejumlah Anggota DPRD Kaltim yakni Agus aras, Agusriansyah Ridwan, Husin Djufrie, Arfan, Apansyah, dan Syarifatul Sya’diah saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Tahun 2025-2029 Kota Botang, Selasa (19/5/2025).
Agusriansyah Ridwan mengatakan perlunya dukungan Pemerintah Proivinsi Kalimantan Timur dalam mengentaskan sejumlah persoalan di Bontang. Seperti Banjir, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas SDM.
“Seperti disampaikan oleh Bappeda Kaltim, Pemprov Kaltim kedepan juga berfokus pada program pembangunan infrastruktur guna memberikan solusi terhadap persoalan banjir dan lainnya,”kata Agusriansyah Ridwan.
Menurutnya, perlunya sinkronisasi antara program pembangunan Kota Bontang dengan Provinsi Kaltim agar pencapaian hasil bisa maksimal.
Sementara itu Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2024 di Pendopo Rumah Jabatan .
Basri Rase dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan perencanaan yang telah dilakukan di tingkat Kelurahan dan Kecamatan dan selanjutnya disinkronkan dengan perencanaan perangkat daerah.
“Berbagai aspirasi dari masyarakat yang menjadi bahan Musrenbang 2024 salah satunya ialah penanganan banjir,” ujarnya.
Menurut Basri, persoalan banjir ininmasih menjadi usulan prioritas dari masyarakat untuk itu pihaknya akan melakukan penanganan pencegahan banjir dengan pembangunan polder di Telihan karena disitu merupakan hulu atau muara.
“Kami sudah melakukan pengecekan lapngan dan melakukan perncanaan. Kenapa di Telihan karena kalau di Suka Rahmat itu notabennya bukan daerah Bontang jadi kita tidak bisa melakukan pembangunan,” ungkapnya
Selain itu, Basri berharap dengan campur tangannya Provinsi dalam hal anggaran, pemerintah mampu untuk melakukan pembebasan lahan terkait pembangunan polder di Telihan.
“Dengan adanya polder nantinya diharapkan bisa mengurangi banjir. Karena di Bontang ini banjir itu disebabkan bukan hanya dari curah hujan yang tinggi tapi banjir kiriman,” ucapnya.
“Kemarin itu saya di Balikpapan itu baru dua jam hujan sudah banjir jadi saya bersyukur kalau di Bontang ini masih lebih baik dari daerah lain,” tandasnya.(ADV DPRD Kaltim/Zal)
Comments are closed.