Ketua DPRD Kaltim Ahmad Reza Soroti Kondisi Infrastruktur di kaltim

SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Wakil Ketua komisi III DPRD kaltim Ahmad Reza, bersama Bidang Bina Marga dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) di Gedung E Komplek DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Senin (19/5/2025)

Akhmed Reza Fachlevi menyebutkan, dalam rapat tersebut PUPR-Pera menjabarkan terkait pembenahan infrastruktur yang sudah dan akan mereka lakukan.

“Tahun ini kondisi jalan diruas jalan Kaltim cukup baik dan sudah mencapai diangka kurang lebih 82 persen,” jelas Reza.

Kedepan mereka menekankan agar ruas jalan di Kaltim bisa lebih baik dan dalam kondisi yang mantap, seperti yang diinginkan masyarakat Kaltim.

“Tadi juga dibahas bagaimana memaksimalkan peran dari UPTD di Dinas PUPR-Pera, karena mereka lah yang turun langsung ke lapangan,” jelasnya.

“Mereka ini menjadi mesin pertama dari PUPR-Pera, misal ada kegiatan penanganan longsor dan kerusakan jalan, tim tekhnis UPTD ini yang turun,” ungkap Reza.

Sementara itu  Dari total 938 kilometer lebih jalan provinsi di Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata 82 persennya sudah mulus. Siap dilalui siang dan malam. Sisanya, 17 persen lebih, masih berlubang, bergelombang, atau kekurangan drainase.

“Memang sudah 82,21 persen dalam kondisi mantap. Tapi masih banyak ruas yang harus jadi prioritas,” ujarnya usai rapat.

Angka 82,21 persen itu mencakup 63 ruas jalan provinsi yang terbentang di 8 kabupaten/kota. Itu berarti sekira 770 kilometer lebih sudah nyaman dilalui. Tapi sisanya, sekira 168 kilometer, masih menyimpan tantangan. Terutama soal drainase.

Drainase. Kata yang sering dianggap sepele. Tapi justru jadi akar masalah utama kerusakan jalan. Air yang tak mengalir semestinya, menggerogoti aspal, membuat lubang, lalu mempercepat kerusakan.

“Contohnya jelas. Di Jalan HM Ardans atau Ring Road III di Sempaja, Samarinda Utara. Dan juga di Jalan Nusyirwan Ismail atau Ring Road II di Air Putih, Samarinda Ulu,” ungkap Reza. (Adv DPRD Kaltim/Zal/Humas)

 

 

 

 

Bagikan

Comments are closed.