Samarinda (Amanah Ummat.Com) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda menggelar Rapat Kerja (raker) pertama pasca pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 .kegiatan digelar di Kantor Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda Di Jalan Dahlia Samarinda (Sabtu 12 September 2026.
Hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) kota Samarinda Yosua Laden dan jajaranya, Ketua FKUB H Syaparudin S.Sos , Wakil Ketua 1 FKUB Samarinda H Tejo Sutarnoto ,SH,M.Si, Wakil Ketua 11 Pdt Suparman ,M.Min.M.Si, Sekretaris H Ir Masumi,Bendahara Kuswanto.S.ag,M.pd, Wakil Bendahara, Faisal Rahman,S.I Kom dan anggota lainya yang berjumlah 15 orang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kesbangpol) kota Samarinda Yosua Laden, mengapresiasi pelaksanaan raker tersebut. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kekompakan serta keseriusan pengurus FKUB dalam menjalankan peran strategis menjaga kerukunan umat beragama.
“Saya salut dengan FKUB Samarinda ini yang bergerak cepat, habis di kukuhkan tak lama menggelar Raker dengan merumuskan program kerjanya. Soalnya ada organisasi yang sudah lama di kukuhkan tidak juga menggelar raker,” ujar Yosua tanpa merinci organisasi mana yang dimaksud
Yosua, juga mendorong agar FKUB terus menjalin kerja sama lintas sektoral dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Ia,menyarankan tempat tempat ibadah yang selama ini bermasalah dan sebagian sudah berhasil diselesaikan, agar FKUB tidak kendor untuk menyelesaikan nya. Ia melihat ada banyak tempat ibadah masih berpolemik, seperti di Sungai keledang, Mangkupalas, Bengkuring agar permasalahan bisa diselesaikan dengan sungguh sungguh, tegas dan bijak.

“Untuk menyelesaikan polemik polemik tempat ibadah bisa secepatnya FKUB turun gunung memberikan Sosialisasi ,pengertian, pemahaman dan pengetahuan dengan masyarakat,” tegasnya.
Ketua FKUB Samarinda H Syaparudin berterima kasih atas kehadiran dan dukungan Kepala Kesbangpol Samarinda. Ia menyampaikan bahwa Rapat Kerja ini menjadi landasan utama dalam penyusunan program kerja organisasi FKUB kedepan.
“Raker ini sangat penting sebagai acuan program kerja FKUB Samarinda periode 2026–2031, tapi kami setiap tahun akan menggelar raker dan akan menjalankan program berskala prioritas dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan.,”ujarnya
Menurutnya, salah satu program prioritas adalah membentuk FKUB tingkat kecamatan, kemudian membentuk Pemuda Lintas Agama dan Perempuan Lintas Agama di Kota Samarinda,” jelasnya
Ketua Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, (TWK) ini berharap, program-program yang disusun di raker dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama.
“Seperti harapan walikota FKUB Samarinda harus punya dampak dan indek dan dampaknya Konflik sengketa rumah ibadah turun,izin rumah ibadah lancar , kerukunan naik dan masyarakat paham toleransi.
Sementara itu Raker selama 3 jam ,mulai jam 9 pagi hingga jam 12 berhasil merumuskan beberapa program, saran dan usulan.
Yang pertama usulan POKJA Rekonsiliasi, pokja ini mengusulkan dengan meningkatkan kapasitas Rekonsiliasi konflik bagi pimpinan dan anggota FKUB samarinda,B. Silaturahmi Tokoh Lintas Agama.
Kedua. Adalah usulan POKJA Rekomendasi, yang fokus kegiatannya di pelayanan FKUB seperti biaya rapat rutin, biaya rapat pleno, biaya rekomendasi rumah ibadah, biaya piket di kantor sekretariat dan biaya peninjauan Lokasi.
Ketiga Adalah usulan POKJA Sosialisasi , rinciannya 1. Program “FKUB Goes to School & Campus”
2.Penguatan media digital dengan membuat akun Instagram, YouTube, dan TikTok FKUB Samarinda.
3.Menggelar sosialisasi ke kecamatan kecamatan, hingga kelurahan, Sosialisasi dikemas dalam dialog santai, bukan kesan menggurui, dengan melibatkan unsur Camat, Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
4.Membentuk kampung Rukun Samarinda (Pilot Project) dengan menginisiasi satu atau dua RT/Kampung di Samarinda yang penduduknya sangat majemuk sebagai “Kampung Percontohan Moderasi Beragama”.. bentuk kegiatanya , Gapura kampung didesain dengan pesan-pesan perdamaian, kerja bakti bersama membersihkan seluruh tempat ibadah di wilayah tersebut secara bergilir saat hari besar nasional.
5 Memperingati hari toleransi sedunia . Untuk acara skala kota seperti ini, kita butuh konsep yang tidak sekadar formalitas (seremonial pidato), tetapi yang benar-benar merakyat, interaktif, dan meninggalkan kesan mendalam.
Sebelum mengakhiri Raker Syaparudin juga menyetujui beberapa usulan seperti dalam kegiatan pokja tertentu harus melibatkan pokja lainya. Kemudian dalam menjalankan sosialisasi di lapangan semua pokja harus mengerti program program FKUB secara tuntas, jangan sampai dalam menyampaikan atau pertanyaan dari masyarakat jawabanya berbeda beda.
“Saya juga setuju ada usulan pengurus FKUB dalam menjalankan tugasnya pro aktif dengan menjemput bola jangan ada masalah dulu baru turun lapangan,” jelasnya.(Roghib)
Comments are closed.