SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani bin Husain, mendesak Pemkot Samarinda untuk meningkatkan dukungan anggaran kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda. Hal ini menyusul masih tingginya kasus peredaran narkoba di Kota Tepian.
“Peredaran narkotika di kota samarinda bukannya berkurang akan tetapi terlihat mengalami perubahan cara yang dilakukan oleh para bandar, guna mengatisifasi hal tersebut walikota samarinda melakukan perlu upaya preventif dan kuratif menjadi fokus bersama,”kata Sani.
Menurutnya BNN tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah, selain itu juga adanya partisipasi dari masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Menurutnya, BNN Kota Samarinda memiliki program-program yang bagus dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Namun, program-program tersebut tidak dapat berjalan maksimal karena keterbatasan anggaran.
“Kita sebenarnya punya badan yang melawan usaha penyalahgunaan narkoba itu namanya BNN kota Samarinda namun mereka tidak didukung oleh pembiayaan atau pendanaan yang cukup,” kata Sani, Senin (23/11/2023).
Sani mengatakan, narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda Samarinda. Narkoba dapat merusak masa depan generasi muda dan mengancam keselamatan bangsa.
“Narkoba ini mengganggu cara orang berpikir, mengganggu kesehatan, merusak generasi dan lingkungan,” kata Sani.
Oleh karena itu, Sani meminta Pemkot Samarinda untuk segera memberikan dukungan anggaran kepada BNN Kota Samarinda.
“Saya minta perhatian Pemkot terhadap mental dan keselamatan masyarakat khususnya anak muda,” kata Sani.
Ia berharap, dukungan anggaran dari Pemkot Samarinda dapat membantu BNN Kota Samarinda untuk meningkatkan program-program pencegahan penyalahgunaan narkoba. (adv/DPRD Kota Samarinda jb)