Mantapkan Program,  MUI Samarinda Gelar Study Tiru Ke Banjarmasin

BANJARMASIN (Amanah Ummat.Com) Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia(MUI) Kota Samarinda melaksanakan salah satu program kerjanya , yaitu  Kegiatan untuk    melaksanakan studi banding/study tiru dengan MUI Kota Banjarmasin.

Untuk kegiatan ini,  MUI Samarinda membawa rombongan berjumlah 9 orang pengurusnya, yaitu  ,Ketua MUI Kota samarinda KH Drs Muhammad Mundzir,MH, sebagai pimpinan rombongan,  Bendahara Umum Drs.H Berhonie ,MM Wakil Ketua Dewan Pertimbangan KH Yusa, Ahmad SH, Bendahara Umum, Wakil Ketua Bidang Dakwah, KH Fathurrohman Hakim , Wakil ketua Bidang Ekonomi Ummat    Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc , Bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga (PRK)  Dra Hj Mila Wardani,Ketua komisi PRK Dra Hj Azizatul Fuad, S.Pd, Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat DR(H.C) H Indra Permana,S.Sos, Ketua Komisi infokom M Roghib.

Rombongan langsung diterima  dengan penuh  kegembiraan dan kekeluargaan oleh Ketua MUI Kota Banjarmasin , Habib Al Haidir Al Kaff, Bendahara Umum ,Fathurrahman ,S.PD.i, Ketua komisi Fatwa, Ketua komisi dakwah, Ketua Komisi PRK, Wakil Bendahara dan beberapa pengurus lainya. di Sekretariat Bersama (Gedung MUI Kota Banjarmasin) Khatib Dayan, pada senin 25  Mei 2025.

Kepada Pengurus MUI Kota Banjarmasin. Ketua MUI Kota Samarinda ingin  mengetahui program program unggulan MUI Kota  Banjarmasin, Program pembinaan umat, Program Pendidikan, Program dakwah, Program PRK.

Mantan ketua NU Kota Samarinda ini juga menyinggung bagaimana hubungan MUI Banjarmasin dengan lembaga lain seperti Baznas, dengan Pemerintah daerah,  keberadaan  aliran aliran sesat atau menyimpang,  dan  bagaimana penanganannya.

“Saya terus terang sebagai Ketua MUI Kota Samarinda masih baru perlu belajar bagaimana mengelola organisasi dan menyusun program kerja. Dan bagaimana kerjasama  MUI dengan Baznas, MUI dengan walikota. Saya lihat MUI kota Banjarmasin sangat maju, programnya mantap dan banyak anggaran,”tegas KH Muhammad Mundzir.

KH Mundzir juga bertanya  hubungan MUI dengan Lembaga seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), kalau di  MUI Kalimantan Timur, termasuk MUI  Samarinda LDII belum bisa masuk pengurus karena ada hal hal yang  menurut MUI dianggap belum klir yang harus diselesaikan LDII.

Sementara itu Ketua MUI Banjarmasin , Habib Al Haidar Al Kaff menjelaskan, MUI Kota Banjarmasin dalam melaksanakan program sudah berjalan lancar masing masing Komisi sudah menggelar kegiatan diantaranya, pelatihan fardhu Kifayah, Roadshow ke sekolah sekolah di SMP dan SMA, Tsanawiyah dan Aliyah untuk Sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan narkoba.

Selain itu,kata Habib Al Haidir  MUI Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Pemkot Kota Banjarmasin  terus mendorong peningkatan kualitas SDM di sektor pendidikan, salah satunya melalui Program Beasiswa pendidikan Agama ke Timur Tengah  (Mesir dan yaman)

Lanjut nya, untuk Program Beasiswa menempuh pendidikan agama di negara timur tengah (Mesir dan Yaman) ini sudah memberangkatkan sebanyak 45 siswa asal Banjarmasin yang menjalani pendidikan di sana, tercatat mulai tahun 2021 hingga terbaru 2024.

Dijelaskan dia, beasiswa yang diberikan berasal dari dana hibah Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin yang mengelola untuk pelaksanaan beasiswa.

“Para Alumni Kader ulama dari Yaman dan Mesir ini harus menempuh pendidikan selama 4 tahun dan setelah pulang harus mengabdi kepada pesantren pesantren sekolah Madrasah  dan Majelis  taklim yang ada di Banjarmasin,”terangnya.

Selain memberangkatkan para santri tiap tahun,lanjut Habib Alhaidir  Pemkot Banjarmasin juga memberangkatkan sebanyak 15 ulama untuk pergi ke Tarim, Yaman . Disini diharapkan  para ulama  bisa menyambung sanad keilmuan dan selalu diberi kesehatan hingga pulang ke Banjarmasin bisa memberikan pengajaran di majelis, pengajian dan lainnya.

“Jadi kesimpulanya hubungan antara MUI Banjarmasin dan walikota sangat baik, sinergi dan selalu memberi support program MUI. Sementara dengan Baznas kolaborasinya dengan MUI masih belum maksimal, semoga kedepannya Baznas lebih berperan lagi untuk bersama sama MUI membangun Umat,”jelasnya.

Mengenai hubungan MUI dan  LDII (lembaga Dakwah islam Indonesia) di Banjarmasin, Jelas Habih Al Haidir, pihaknya  saling menghormati. Bahkan LDII Kota Banjarmasin beberapa kali silaturahmi ke MUI.

“Soal LDII kami  sepakat dengan MUI Pusat kalau LDII ada ajaran yang tidak disepakati MUI. Tapi  di Banjarmasin LDII kami rangkul, bahkan ada 1 yang kami masukkan ke pengurus sebagai anggota Komisi  Ukhuwah islamiyah. Tujuan kami memasukkan adalah untuk ikut mensosialisasikan program MUI dan sekaligus untuk membinanya,” kata Habib Al Haidir

Sementara itu Habib Al Haidir menjelaskan, Di Kota Banjarmasin juga ada aliran yang menyimpang,bahkan dianggap sesat, yaitu Aliran Fansyuri Rahman.

“MUI  sudah  mengeluarkan fatwa tentang Aliran Menyimpang Fansyuri Rahman, yang dalam beberapa poin penting hasil temuan dalam kajian, yakni materi pengajian aliran tersebut bertentangan dengan aspek akidah, tasawuf, ilmu tafsir, dan ilmu hadits. Dan  terkait beberapa materi pengajian itu disimpulkan sebagai ajaran sesat.

Habib Alhaidir memastikan pihaknya telah melakukan langkah penting untuk menangkal penyebaran ajaran sesat yang mengatasnamakan agama Islam.

“Kami menghimbau masyarakat, khususnya umat Islam, ikutilah ajaran yang sesuai dengan kaidah agama. Berpegang pada hukum Islam, Al Quran, hadits, dan lainnya yang sesuai dengan kaidah,” ujarnya.(Muhammad Roghib)

Bagikan

Comments are closed.