Gubernur Kaltim Minta Sinergi Pemerintah dan MUI Terus Ditingkatkan
KH Muhamad Rasyid Terpilih lagi sebagai ketua MUI 2025-20230
SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Pemerintah Kalimantan Timur mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran pengurus MUI Provinsi Kaltim ,khususnya periode lalu, atas dedikasi pengabdian dan peran strategisnya dalam membimbing umat menjaga keharmonisan serta menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial dan keagamaan di Kalimantan Timur.
Gubernur kaltim yang diwakili staf ahli Bidang Sumber Daya Alam (SDA), Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno ketika membuka i (Musda) Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia (Musda) MUI ke-XI Provinsi kalimantan Timur 2025 yang berlangsung di Hotel Puri Samarinda, selasa 22 Desember 2025, mengatakan, MUI adalah mitra kerja pemerintah daerah.
Oleh karena itu program kerjanya MUI bisa disinergikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah untuk kemaslahatan umat, sinergi dan kolaborasi program akan sangat bermanfaat untuk mempercepat pencapaian visi Kalimantan Timur yang maju dan sejahtera.

Dalam konteks pembangunan daerah yang religius dan harmonis, sinergi dan kolaborasi program dapat dilakukan pada sejumlah kegiatan, seperti keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat
Gubernur kaltim menegaskan keyakinannya bahwa ,keberhasilan Pembangunandaerah kaltim tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang kuat antara ulama dan umara. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar arah kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga berpijak pada nilai moral dan etika.
Gubernur menyampaikan bahwa MUI memiliki posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Peran MUI sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah menjadikannya pilar penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan daerah.
“Saya berharap melalui Musda tersebut, lahir kepemimpinan MUI yang amanah dan berpandangan ke depan. Program kerja yang disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus selaras dengan arah pembangunan daerah,”ujarnya.
Selain itu, lanjut Gubernur, rekomendasi strategis yang dihasilkan dari Musda dinilai penting sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Sementara itu Usai terpilih, KH Muhammad Rasyid, menyampaikan rasa syukur, apresiasi kepada pengurus atas tuntasnya amanah yang ia emban selama lima tahun terakhir. Walau banyak kekurangan namun lebih banyak kelebihan yang dicapai.
Lanjutnya ,selama 5 tahun tercatat 173 kegiatan, dengan rincian kegiatan dewan pimpinan 33 kegiatan, Komisi sebanyak 123 kegiatan, dan Lembaga atau badan sebanyak 17 kegiatan.
“Alhamdulillah kami sudah menggelar sebanyak 173 kegiatan dari biaya dana hibah dan non hibah, dengan cara kolaborasi, kerjasama dan sponsor yang tidak mengikat,”ujarnya
Kata mantan ketua NU Kaltim ini, dengan banyaknya kegiatan yang bersumber dari APBD Kaltim, dengan cara kerjasama, kolaborasi dan sponsor menunjukkan MUI semakin dipercaya masyarakat , pemerintah dan pihak ketiga.
“Kepercayaan ini karena banyak kegiatan yang menyentuh lapisan masyarakat seperti kegiatan penguatan ekonomi, pelatihan pelatihan fardhu kifayah,pelatihan penyembelihan hewan kurban, program halal , rakernas Pinbas, Pendidikan kader ulama, kegiatan ini jelas jelas menyentuh masyarakat hingga bawah. Begitu juga kerja sama kerja sama jelas saling menguntungkan dengan pihak pemerintah dan pihak lain,jelasnya. Dan yang mengejutkan MUI kaltim menang lomba youtube urutan ke 3 besar.
Dalam kancah nasional MUI kaltim juga hadir dengan menghadiri acara acara di Jakarta seperti Rakernas, munas”monev MUI kaltim 5 besar nasional dan yang mengejutkan MUI kaltim menang lomba youtup,”ini merupakan kebanggan tersendiri, ujarnya lagi.

Kedepan, pinta KH Muhammad Rasyid, kegiatan MUI harus lebih menyentuh masyarakat, terutama masyarakat bawah yang masih perlu bimbingan dari para guru, ulama.
“Selama 4 tahun lebih ini, MUI melalui komisi dan lembaga banyak menggelar kegiatan, seperti pelatihan, seminar, talkshow dan lain lain ternyata ini tidak cukup, MUI perlu terobosan terobosan yang lebih menyentuh masyarakat,”ujarnya.
Kegiatan yang lebih dibutuhkan masyarakat, lanjut KH Muhammad Rasyid adalah seperti pelatihan penyembelihan hewan, hewan kurban atau unggas, juga pelatihan fardhu kifayah.
Masalah penyembelihan hewan kurban dan unggas ternyata masih ditemukan dimana mana, dikampung, dipasar di RPH, RPU banyak yang belum halalan thoyyiban dan ini kawajiban MUI yang menjawab tantangan ini.
“LPPOM MUI kaltim, memang sudah menggelar kegiatan yuleha (tentang tata cara penyembelihan hewan kurban) di Kab penajam, Kab paser termasuk di Bontang , Tapi masih perlu ditingkatkan lagi,”harap KH Muhammad Rasyid.
Lanjut KH Muhammad Rasyid, masalah yang tak kalah urgen, selain masalah halal adalah pembinaan mualaf yang masih sangat minim. Seperti di Samarinda ada ratusan mualaf tetapi yang tersentuh pembinaan hanya segelintir.
Harapan terbesar KH Muhammad Rasyid, MUI kaltim berusaha keras mendapatkan sertifikasi ISO 9001, maka kita perlu mewujudkan organisasi MUI yang modern, profesional dan akuntabel. “Oleh karena itu saya minta jajaran sekretariat bisa terus meningkatkan kedisiplinan, ketelitian dan kelengkapan dalam administrasi yang diperlukan,” harapnya.( Roghib)
Comments are closed.