Komisi Dakwah MUI Kaltim akan Sasar Kafe Kafe Untuk Objek Dakwah

SAMARINDA( Amanah Ummat.Com ) Fenomena menjamurnya kafe di berbagai kota besar di  Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan khususnya  Samarinda, membuka ruang baru bagi dakwah kontemporer di tengah budaya nongkrong generasi Z. Kafe yang saat ini dijadikan sebagai ruang ketiga bagi kalangan generasi Z, ternyata tidak sekadar dijadikan sebagai ruang fungsi hiburan semata, namun juga dimanfaatkan menjadi ruang literasi yang produktif. Kondisi ini menghadirkan peluang penyelenggaraan kajian tematik, diskusi intelektual, dan syiar ajaran Islam secara kreatif dan inklusif di kafe.

“Saya punya Masjid dan  pesantren di sekitar areal  Folder Air Hitam yang sekarang lagi banyak muncul kafe kafe baru yang hampir sepanjangan Folder berderet penjual kopi, minuman segar dan mie istan mereka bisa menjadi sasaran untuk objek dakwah,”kata  Ketua komisi Dakwah MUI kaltim KH Ahsanur Ahmad,LC.,MA ,Ketika menjadi naras sumber di podcast MUI kaltim (Selasa 18 Agustus 2026 )

Menurut KH Ahasanur Ahmad, selama ni yang sudah dilakukannya baru  menghadapkan saund / spiker kearah pengunjung kafe di depan masjid, tujuanya  agar mereka mendengar  ceraman cerah  dimasjid., minimal mendengar azan dan mau salat berjamaah.

Mengenai bagaimana caranya dan setrateginya ,kata uastad lulusan mesir ini agar nantinya bersama anggota komisi dakwah  bisa mengatur waktunya. ”Saya yakin dakwah ini bisa efektif,khususnya dikalangan Gen Z dengan menyasar kafe kafe, warung warung. Disamping juga dakwah dakwah dipesantren dan masjid masjid,”uranrnya.

KH Ahsanur Ahmad,LC.,MA ,Ketika menjadi naras sumber di podcast MUI kaltim

Sementara itu ditanya Host podcast MUI Kaltim ustadz Abdillah Syafei,S.Ag, mengenai program komisi dakwah, KH Ahsanur Ahmad menjelaskan, Pertama.adalah melakukan pengkajian tentang metode materi, subjekdan media dakwah sesuai dengan perkembangan zaman. Kedua, Pelatihan via zom tentang metode, mater subjek dan media dakwah di Kalimantan Timur. Ketiga melakulan syiar islam melalui RRI Pro Samarinda.

“Ketiga program diatas adalah hasil hasil MUkerda MUI beberapa waktu dan dikerjakan secara bertahab sesuai kemampuan masing masing komisi,”katanya.

Lanjut Kh Ahsanr, Untuk merealisasikan program komisi dakwah , pihaknyan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti masjid masjid atau pesantre, dan juga utamanya dengan komisilanya yang ada di MUI kaltim . Yang terdekat  Bersama komisi infokomDi akan menggelar zoom metting  dakwah digital dengan tema” Menebar hikmah, mencerdaskan ummat dan membangun ruang public yang beradap”.

“Kegiatan bersama komisi  dakwah dan komisi InfokomGi ini rencananaya agar di gelar awal bulan oktober 2026 menghadirkan naras umber yang berkopenten dibidangnya masing masing,” jelasnya

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim ini berpesan agar para dai dan pendakwah menyampaikan ajaran Islam secara santun, moderat (wasathiyah), serta membawa solusi, bukan sekadar marah-marah atau menghina. Dakwah di era digital juga diharapkan semakin menyejukkan, menjaga persatuan umat, dan berhati-hati dalam menggunakan lisan.(Roghib)

Bagikan

Comments are closed.