Perhotelan Lesu Akibat Effesiansi Anggaran Pemprov kaltim

SAMARINDA (Amanah Ummat Com) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, sebut efisiensi anggaran pengaruhi okupansi hotel di kabupaten/kota.

Terlebih, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim turun drastis, diperkirakan dari Rp21 triliun, menjadi Rp18 triliun.

“Artinya ada penurunan, karena ada efisiensi, kita tahun ini kurang lebih Rp700 miliar. Artinya pemerintah sekarang sudah jarang melakukan kegiatan di hotel,” kata Hasanuddin, Senin (5/5/2025).

Pemerintah dan dewan juga lebih banyak melakukan agenda di aula kantor kedinasan masing-masing. Termasuk Lamin dan Odah Etam yang ada di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, menjadi langganan pelaksanaan kegiatan.

Kunjungan dari pemerintah atau dewan luar juga sama-sama dibatasi. Sehingga menjadi penyebab lesunya perhotelan di Kaltim.

“Tapi menurut saya ini dampaknya sebentar. Karena berdasarkan kebijakan Amerika mungkin, atau perang di Ukraina,” imbuhnya.

“Kita kekurangan pangan juga, karena daerah pengimpor ke Indonesia, meDengan adanya spekulasi itu, pria yang akrab disapa Hamas itu menduga banyak harga yang mulai naik, sehingga mempengaruhi harus dilakukannya efisiensi anggaran.

Namun, Hamas menekankan bahwa meskipun efisiensi anggaran perlu dilakukan, pemotongan tidak seharusnya mencapai 100 persen.

Pasalnya, kebijakan yang baru diterapkan dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan dampak negatif terhadap sektor perekonomian, khususnya industri perhotelan.

“Tapi mudah-mudahan setelah semuanya ini usai, perekonomian dan perhotelan bisa kembali,” pungkasnya. .

Ia menilai pelaku usaha hotel harus bisa beradaptasi di tengah realitas fiskal yang semakin ketat. Inovasi dan strategi baru menjadi kebutuhan mendesak agar sektor ini tetap bertahan.

Hasanuddin berharap adanya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah untuk mencari solusi yang saling menguntungkan di tengah keterbatasan anggaran.(Adv DPRD Kaltim/Zal)

Bagikan

Comments are closed.