SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) MUI Samarinda melalui Komisi pendidikan dan Kaderisasi menyelenggarakan Diskusi dengan tema” Membangun keluarga Tangguh dan pendidikan berkarakter,” Sub tema
Era Digital, sinergi literasi keuangan, etika bermedia dan nilai islam washatiyah” Kegiatan yang pesertanya para pendidik (Guru) menengah ini digelar di Gedung MUI Samarinda, Jalan juanda No 19, Rabu 6/8/ 2025
Ketua MUI Kota Samarinda KH Muhammad Mundzir, mengapresiasi kegiatan yang digelar Komisi Pendidikan dan Kaderisasi yang pesertanya para guru. Menurutnya guru yang tangguh dan ikhlas dalam mendidik muridnya akan membawa dampak yang sangat baik baik muridnya.

KH Muhammad Mundir sangat menghargai para guru dimana, para pendidik ini bisa menganggap murid seperti keluarga sendiri, mereka bisa mengganti orang tua untuk menjadikan anak menjadi pintar dan berakhlak.
“Guru yang baik memperlakukan murid-muridnya seperti anggota keluarga sendiri, dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan pengertian. Mereka tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesejahteraan emosional siswa,”ujar KH Muhammad Mundzir.
Lanjut KH Mundzir ,seorang guru yang berkualitas dan berdedikasi, yang memberikan ilmu dan bimbingan yang bermanfaat,ikhlas akan mendapatkan pahala dan keberkahan baik di dunia maupun di akhirat.
KH Mundzir juga menyinggung tugas orang tua dalam membangun keluarga tidak hanya sukses
dari aspek duniawi seperti kebahagiaan dan kesejahteraan materi, tetapi juga dari keberhasilan membimbing keluarga agar selamat dari siksa api neraka di akhirat.
KH Mundzir juga meminta dalam kehidupan sehari hari di Era Medsos ini orang tua, guru harus bijak bermedsos, menggunakan media /HP pada tempatnya, membuat atau menerima konten dengan bijak dan tabayun.
“Bijak dalam bermedia sosial dengan tabayyun berarti menggunakan akal sehat dan prinsip kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, dengan cara melakukan pengecekan dan klarifikasi kebenaran sebelum membagikannya. Tabayyun dalam konteks ini adalah memeriksa kebenaran suatu berita atau informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya di media sosial, untuk menghindari penyebaran fitnah, hoaks, dan informasi yang tidak benar,” katanya
Mantan ketua NU Samarinda ini juga berpesan kepada orang tua atau guru agar membangun keluarga dengan Islam prinsip islam Wasathiyah, berarti membentuk keluarga yang berpegang pada nilai-nilai Islam yang moderat, seimbang, toleran, dan menghargai perbedaan. “ Prinsip-prinsip Islam Wasathiyah dalam Keluarga, menghindari sikap ekstrem dalam beragama, menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan, serta menjalin hubungan baik dengan siapapun, termasuk yang berbeda agama dan budaya.,” pesannya.

Sementara Ketua panitia, Forum diskusi bersama Komisi Pendidikan MUI Samarinda,Arifudin mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan ini adalah bercermin dalam kehidupan sehari hari terutama kelas menengah ke bawah banyak yang tidak menguasai digital, wawasan dalam berkeluarga dan juga wawasan dalam beragama.
“Oleh karena itu kami dari Komisi Pendidikan dan Kaderisasi ingin bersumbangsih untuk memberikan pendidikan dan wawasan mengenai digitalisasi, manajemen dalam keluarga dan juga memberikan pemahaman tentang Islam washatiyah, agar masyarakat dalam kehidupanya betul betul bahagia dan sejahtera dunia dan akhirat, “ujar Arifudin.
Agar diskusi lebih bermakna, Panitia menghadirkan 3 narasumber .Pertama Muhammad isnaini dengan Tema” lika liku mengatur keuangan rumah tangga/pribadi,”, Kedua Machnun Uzni,SI.Kom, anggota Komisi Pendidikan dan kaderisasi MUI kota samarinda, dengan membawa makalah Problematika pendidikan di era modern dan dampak media sosial, dan Pemateri ke tiga H Mustafa Nuri,SHI,M,pd.i Plt.Kepala Kemenag Kota Samarinda dengan materi Pendekatan Keseimbangan dan Moderasi dalam Pendidikan Islam (Roghib)
Comments are closed.