Merajut  Perpecahan Umat, MUI Samarinda Gelar Seminar Toleransi Agama

SAMARINDA (Amanah Ummat.com) Untuk meningkatkan  pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya toleransi antara umat Islam dan antar  umat beragama lain.  MUI Samarinda  melalui  bidang atau komisi  Hubungan Antar Beragama (HUB) menggelar seminar  Toleransi dalam kehidupan agama yang majemuk di Samarinda. Acara digelar di Gedung MUI Kota Samarinda Jalan Juanda No 19 Samarinda, Kamis, 31 Juli 2025.

Hadir dalam pembukaan seminar, Ketua MUI Kota Samarinda Drs  KH Muhammad Mundzir, Sekretaris Umum , Drs HM Suparman, Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Ir H komarul zaman, Wakil Ketua Bidang Dakwah, Muhammad Fathurrahman Hakim,MSos. Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat Apt.Eka Siswanto,S,Farm.MS.c, Wakil Ketua Bidang Perempuan,Remaja dan Keluarga ,Dra HJ Mila Wardani dan  undangan lainya.

Ketua MUI kota Samarinda KH Muhammad Mundzir dalam sambutanya mengingatkan agar kita dalam kehidupan sehari hari saling menghormati, saling membantu antar umat beragama, khususnya antar umat islam yang sampai saat ini masih belum bersatu, belum rukun.

“ Di Samarinda antar umat beragama relatif aman, tapi dalam kontek negara Indonesia masih ditemui bentrok antar umat beragama, bahkan antar umat islam sendiri masih belum rukun, contoh baru baru ini bentrok antara FPI dan PWI, ini menandakan umat islam perlu terus dipersatukan,” ujar KH Muhammad Mundzir.

KH Muhammad Mundzir memang tidak menafikan bahwa umat islam  pecah dengan berbagai aliran hingga 73 golongan dan hanya 1 golongan yang masuk surga (Al-Hadits) , yaitu umat yang betul betul mengikuti ajaran Allah dan Rasulnya.

 

“Adanya fanatik agama, kecemburuan sosial karena adanya fanatik agama yang berlebihan , Kurangnya rasa persaudaraan dan toleransi antar sesama Muslim, serta kurangnya semangat ukhuwah, dapat memperburuk perpecahan,”jelas KH Mundzir.

Oleh karena itu KH Mundzir mengapresiasi Bidang/komisi  H U B untuk menggelar kegiatan dalam rangka mempersatukan, merajut perpecahan umat, terutama antar umat beragama, kegiatan yang menghadirkan para ulama dari kecamatan ini bisa menyampaikan kepada umatnya untuk selalu bersatu.

KH Muhammad Mundzir berpesan kepada umat islam harus selalu saling membantu, jangan sebaliknya saling iri dengki , Jadilah engkau seperti dua tangan dan jangan seperti dua telinga. Jika diperhatikan sifat bagian tubuh kita itu seperti tangan dan telinga akan ditemui perbedaan. Tangan adalah anggota tubuh yang terletak berjauhan di kiri dan kanan.

Meskipun letaknya berjauhan namun termasuk anggota tubuh yang aktif seperti : mencuci tangan, berwudhu, bersedekah, bersalaman dan lainnya. Beda dengan telinga. Letaknya berdekatan namun tidak saling bersilaturahmi, terkenal saling iri, jika kanan diberi  anting, maka yang kiri menuntut. Kedua telinga tidak saling membantu. Dari dua sifat bagian tubuh di atas, dapat kita ambil contoh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu ketua panitia seminar , Ir H Komarul Zaman  menjelaskan, bahwa tujuan dari seminar untuk merajut umat agar persatuan dan kekompakan terutama umat islam, kekompakan antar organisasi NU, Muhammadiyah dan organisasi lainya selalu kokoh.

“Antar umat islam hendaknya saling menghormati rukun, membentuk narasi narasi yang sehat , dan para tokoh ulama, tokoh masyarakat selalu membina masyarakat, itulah harapan kami,”kata Komarul Zaman.

Untuk memantapkan kegiatan dan memberikan wawasan kepada para peserta ,panitia   menghadirkan  4 narasumber dan dibagi 2 sesi , Sesi Pertama KH .Bunyamin.Lc,M.A dari UINSI Samarinda dan Dr.Ridwan Tasa. Kemudian habis sholat dzuhur dilanjut  sesi kedua yaitu Dr Abubakar Madani dari MUI Provinsi Kaltim dan dari Kepolisian Akp Andi Husin  dari  Satgaswil Kaltim Densus 88 . (Komisi Infokom MUI Samarinda/kaltim/Ghib)

 

 

Bagikan

Comments are closed.