Buka Puasa Bersama Pengurus Daerah IAI Kaltim

Kepala Balai POM Samarinda Tekankan Pentingnya Penerapan Kode Etik Apoteker

SAMARINDA(Amanah Ummat)  Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Timur menggelar acara buka puasa bersama yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) bertempat di Lotus Garden Jl. AS Sjahranie no. 1 Samarinda. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi ringan mengenai peran strategis apoteker dalam menjaga mutu dan keamanan obat di masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Samarinda, Agung Kurniawan; Ketua PD IAI Kaltim, Arsyik Ibrahim; Owner Apotek Sahabat Group Ferry Syahroni, serta perwakilan Pengurus Pusat IAI, yakni M. Nasruddin dan Hasnah Hairani serta pengurus lainnya. Kehadiran mereka menambah semarak diskusi tentang profesi kefarmasian di Kalimantan Timur.

Saat berdiskusi, Kepala Balai Besar POM Samarinda, Agung Kurniawan, menyoroti pentingnya penerapan kode etik profesi apoteker secara konsisten. Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat terhadap Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) merupakan fondasi utama dalam menjamin mutu produk obat yang beredar./

Kepala Balai Besar POM di Samarinda, Agung Kurniawan

“Kode etik apoteker harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu wujudnya adalah melalui pengawasan ketat pada aspek CDOB dan CPOB, serta pemantauan farmakovigilans untuk memastikan keamanan obat pasca-pemasaran. Penguatan pelayanan klinis juga tidak kalah penting agar pasien mendapatkan terapi yang tepat dan aman,” ujar Agung Kurniawan di hadapan para pengurus IAI Kaltim.

Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Timur

Agung juga mendorong para apoteker untuk terus meningkatkan kompetensi dan komitmen dalam bekerja. Menurutnya, profesi apoteker harus senantiasa berpedoman pada standar hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang tidak rasional, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan.

“Apoteker adalah garda terdepan dalam sistem pelayanan kefarmasian. Dengan kompetensi yang mumpuni dan komitmen terhadap regulasi, kita dapat bersama-sama meminimalisir peredaran obat yang tidak memenuhi syarat serta mencegah penyalahgunaan obat,” tambahnya

Sementara itu, Ketua PD IAI Kaltim, Arsyik Ibrahim, menyambut baik masukan Kepala Balai POM. Arsyik menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan Balai Besar POM dan pemerintah daerah dalam mengawal praktik kefarmasian yang profesional dan beretika.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat pembinaan kepada seluruh anggota IAI di Kalimantan Timur. Sinergi antara IAI dan Balai POM sangat penting untuk menciptakan ekosistem kefarmasian yang sehat dan melindungi masyarakat,” kata Arsyik.

Acara buka puasa bersama ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana hangat terlihat saat para pengurus dan undangan saling bertukar pikiran mengenai tantangan dan peluang profesi apoteker di era saat ini, seraya menikmati hidangan berbuka puasa. (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc)

Bagikan

Comments are closed.