SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Gubernur Kaltim dan Kemenag Kaltim , Apresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur karena menggelar halal bihalal yang mampu mennghadirkan berbagai ungsur, ungsur pemerintah, Ormas Islam hingga lintas Agama. Silaturahmi yang membawa tema
“ Saatnya Menata Hati, Ciptakan Kebersamaan dan Menyatu Dalam Harmoni ”, digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda.( Selasa, 7 April 2026)
Hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Perekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyatno, Kepala Kemenag Kaltim Drs H Abdul Khaliq , Ketua Dewan Masjid kaltim Prof Masjaya, ketua Baznas Kaltim, Ahmad Naban dan jajaranya, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hannan, Sekretaris MUI Samarinda, Drs H Suparman, tokoh NU dan Muhamadiyah, Tokoh lintas agama dan undangan yang berjumlah 250 orang.
Mewakili Gubernur kaltim, Arief Murdiyatno sangat mengapresiasi, kegiatan halal bihalal yang digelar MUI mampu menghadirkan berbagai kalangan seperti organi sasi islam (NU, Muhamadiyah, Hidayatulloh, Al irsyat), bahkan tokoh berbagai agama yang ada di kaltim juga hadir.
Arief menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh persatuan , kehidupan yang tenang dan damai.
Ia menekankan pentingnya sinergisitas antara ulama dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun moral.

“Sinergisitas antara ulama, umara dan tokoh agama serta tokoh Masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur,” terangnya.
Lanjut Arief, Pemprov Kaltim bertermakasih kepada MUI yang terus berupaya mempersatukan umat, mendukung program pemerintah termasuk pemerintah pusat yang sedang giatnya membangun IKN.Dukungan MUI sangat penting demi suksesnya Pembangunan di Kaltim, khususnya Pembangunan mental sepiritual.
“Pemerintah tidak cukup hanya membangun fisik, tapi harus juga membangun akhlak, tugas MUI untuk membina umat, menjaga umat dari perpecahan, menjaga kedamaian dan ketentraman,” pintanya
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, hadir dalam Halalbihalal yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur di juga mengapresiasi kegiatan yang digelar MUI sangat dibutuhkan saat ini. Kegiatan ini menekankan penguatan silaturahmi, toleransi lintas agama, dan kerukunan umat beragama di Bumi Etam.
Abdul Khaliq menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan masyarakat dan menumbuhkan rasa saling menghormati antarumat beragama.
“Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi kemajuan daerah. Kemenag mendukung penuh kegiatan seperti Halalbihalal MUI Kaltim karena mempererat silaturahmi, menumbuhkan toleransi, dan membangun sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Abdul Khaliq.

Sementara itu Ketua MUI kaltim KH Muhamad Rasyid menjelaskan, Halalbihalal memiliki makna yang mendalam. Di sinilah kita belajar untuk saling memaafkan dengan hati yang lapang, melupakan kesalahan di masa lalu, dan kembali menjalin silaturahmi .
KH Muhamad Rasyid menegaskan sinergi antara elemen Masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas, bahwa situasi kondusif akan mendukung pembanngunan. MUI sangat mendukung Pembangunan IKN dan akan ikut mengawal suksesnya Indonesia Emas 20245, namun untuk mewujudkan diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk menghadapi berbagai tantangan sosial seperti polarisasi dan penyebaran ujaran kebencian.
“ Mempertahankan persatuan di tengah perbedaan bukanlah perkara mudah, dan membutuhkan upaya berkelanjutan dari seluruh elemen Masyarakat. Melalui silaturahmi ini mari kita hadapi tantangan kedepan dengan menghindari perpecahan, polarisasi, ujaran kebencian,”ajaknya.(Roghib)
Comments are closed.