Cegah Hipertensi dan Resistensi Antibiotika, Mahasiswa KKN STIKSAM Gelar Penyuluhan dan Demo pembuatan Jus di Desa Jembayan
KUTAI KARTANEGARA (Amanah Ummat.Com) Kutai Kartanegara, Dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdillah, Aldi, Dwi, Syelda, Sofa, dan Rosalina dari Sekolah TinggiIlmu Kesehatan (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara.Kamis, 13 Agustus 2026
Kegiatan ini difokuskan pada penyuluhan kesehatan yang menyasar penggunaan antibiotika secara rasional serta pemahaman mengenai obat antihipertensi yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 13 Agustus 2026

Fokus utama dari penyuluhan ini adalah untuk mengedukasi warga tentang bahaya penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dosis, yang dapat memicu resistensi antimikroba, serta pentingnya pengelolaan obat tekanan darah tinggi yang benar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten.
Hadir sekitar 100 warga dari 7 RT, bertempat di Aula Kantor Desa Jembayan yang berada di wilayah Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi ini dipilih karena mudah diakses oleh warga dan merupakan pusat kegiatan masyarakat setempat, sehingga pesan kesehatan dapat tersebar secara luas.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kader Posyandu Desa Jembayan, Sri Mariatun, yang didampingi oleh sejumlah kader lainnya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim STIKSAM karena telah bersedia memberikan edukasi kesehatan yang sangat bermanfaat bagi warganya. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pelayanan Posyandu rutin yang diikuti oleh ibu hamil, ibu balita, serta seluruh kader Posyandu setempat.
Materi penyuluhan yang disampaikan mencakup dua topik utama, yaitu pentingnya penggunaan antibiotika yang rasional untuk mencegah resistensi obat, serta pemahaman mendalam mengenai fungsi dan efek samping obat antihipertensi. Para pemateri menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi serius, sehingga kepatuhan minum obat sangatlah vital bagi penderita hipertensi.
Selain pemaparan teori di dalam ruangan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan demonstrasi atau praktik langsung pembuatan jus antihipertensi. Demo ini bertujuan untuk memberikan alternatif alami bagi masyarakat dalam menjaga tekanan darah tetap stabil, dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di pekarangan rumah, seperti mentimun, seledri, dan tomat.
Agar pesan kesehatan mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, para penyuluh menggunakan metode edukasi yang komunikatif dan interaktif. Gaya penyampaian yang santai namun informatif ini membuat para peserta terlihat sangat antusias mengikuti jalannya penyuluhan dari awal hingga akhir, tanpa merasa bosan dengan materi yang disampaikan.
Kegiatan tidak berhenti pada ceramah, tetapi juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Momen ini dimanfaatkan oleh warga untuk menyampaikan berbagai permasalahan kesehatan yang mereka alami secara langsung, seperti keluhan efek samping obat dan cara mengelola hipertensi pada ibu hamil, yang kemudian dijawab secara jelas dan lugas oleh tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya. Ke depannya, Posyandu berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc).
Comments are closed.