Semangat Kurban Tetap Tinggi, Masjid Darul Falihin Samarinda Potong 32 Sapi dan 11 Kambing pada Idul Adha 1447H
SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Pada Rabu (27/5/2026), Masjid Darul Falihin melaksanakan penyembelihan hewan kurban seusai Salat Idul Adha. Sebanyak 32 ekor sapi dan 11 ekor kambing Kegiatan berlokasi di Komplek Batu Alam Permai, Jalan Juanda Anggrek Sirana, Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Pada Rabu (27/5/2026),

Ketua Panitia Kurban masjid tersebut, Dr. H. Irman Irawan, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi ekonomi sedang sulit, semangat masyarakat untuk berkurban tidak menurun. Menurutnya, persiapan panitia sudah dimulai sejak Idul Fitri 2026, termasuk membentuk kepanitiaan yang melibatkan jamaah dan warga sekitar, serta membuka pendaftaran bagi para shohibul kurban. Setelah Salat Zuhur, panitia juga menggelar selamatan dan doa bersama sebagai ungkapan syukur. Kupon daging kurban kemudian didistribusikan ke seluruh rumah tangga di Batu Alam Permai, pondok pesantren, para ulama, serta para penghafal Al-Qur’an di Samarinda.
Irman menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat untuk menitipkan hewan kurban kepada panitia Masjid Darul Falihin sangat tinggi, termasuk dari warga luar perumahan. Hal ini tidak lepas dari metode pelaksanaan kurban yang dinilai sesuai dengan syariat Islam.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Darul Falihin, Prof. Dr. H. Muhammad Tahir, menyampaikan bahwa kegiatan kurban tidak hanya memperkuat nilai ibadah, tetapi juga memperkokoh solidaritas dan kepedulian sosial.
Tahir mengingatkan bahwa berkurban adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tahir juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, shohibul kurban, dan masyarakat yang telah berpartisipasi.

Kegiatan kurban di Masjid Darul Falihin tahun ini menjadi cerminan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial tetap tinggi meskipun di tengah tekanan ekonomi. Jumlah hewan kurban yang mencapai puluhan ekor menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak hanya dipahami sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai gerakan kolektif untuk membantu sesama. Dengan distribusi daging yang menyasar berbagai lapisan Masyarakat dilingkungan masjid, termasuk santri dan panti asuhan, menjadikan momen Idul Adha sebagai wadah penguatan ukhuwah Islamiyah. (Eka Siswanto Syamsul)
Comments are closed.