BANJAR MASIN (Amanah Ummat.Com) KH.Husin Naparin,Mantan Ketua MUI Kalsel itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Sultan Agung di Kota Banjarbaru pada pukul 08.10 Wita.
“Beliau sakit jantung dan paru dan juga memang sudah sepuh sehingga kondisinya lemah. Sering keluar masuk rumah sakit,” kata Ustadz Fahrie keponakan KH. Husin Naparin, Lc., MA, kepada para, kolega termasuk pengurus MUI Kalimantan Selatan Rabo, 6 Mei 2026
Sebelumnya, pada Januari 2026 lalu, KH Husin Naparin sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICCU RSUD Ulin Banjarmasin. Kondisinya saat itu dilaporkan menurun akibat penyakit jantung dan paru-paru yang dideritanya.
Akses kunjungan ke ruang perawatan pun dibatasi oleh pihak rumah sakit, hanya keluarga dan tenaga medis yang diperkenankan mendampingi.
Menurut informasi yang diterima, salat jenazah dilaksanakan di Masjid Jami Sungai Jingah setelah Salat Zuhur. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan ke Amuntai untuk kembali disalatkan di Pondok Pesantren Rakha.
Setelah seluruh rangkaian prosesi selesai, almarhum direncanakan dimakamkan di pemakaman keluarga di Paringin, Desa hujan Mas, Kabupaten Hulu Sungai Utara, berdekatan dengan makam ibunda beliau.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Masyarakat berharap almarhum mendapatkan husnul khatimah serta ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT
Profil , Riwayat Hidup dan Pendidikan
Melansir alif.id, KH Husin Naparin lahir di Desa Kalahiang, Kabupaten Balangan, pada 10 November 1947. Ia merupakan putra dari H Muhammad Arsyad dan Hj Rusiah. Dalam kehidupan pribadi, beliau menikah dengan Dra Hj Unaizah Hanafie, putri dari ulama besar Kalimantan Selatan Almarhum KH Hanafie Gobit.
Pendidikan formalnya ditempuh di berbagai lembaga, baik di dalam maupun luar negeri. Ia merupakan alumni Al-Azhar University (1973), kemudian melanjutkan studi di Punjab University (1984), dan Islamic University Islamabad (1987). Selain itu, ia juga pernah menempuh pendidikan di IAIN Antasari Banjarmasin (1969).
Tidak hanya pendidikan formal, KH Husin Naparin juga mengikuti berbagai pelatihan, termasuk kursus Bahasa Inggris di The American University in Cairo serta pelatihan keislaman dan ekonomi syariah.
Pengabdian dan Kiprah
Sepanjang hidupnya, KH Husin Naparin aktif dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, hingga organisasi keagamaan. Ia pernah menjabat sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi, termasuk IAIN Antasari Banjarmasin dan berbagai sekolah tinggi keagamaan di Kalimantan Selatan.
Dalam bidang keulamaan, beliau memiliki peran panjang di MUI Kalimantan Selatan, mulai dari anggota, sekretaris, hingga akhirnya menjabat sebagai Ketua Umum. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum MUI Kota Banjarmasin.
Selain itu, KH Husin Naparin aktif di Dewan Masjid Indonesia, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), serta berbagai organisasi dakwah dan sosial keagamaan lainnya. Ia juga kerap menjadi dewan hakim dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di tingkat daerah hingga nasional.
Di bidang dakwah, beliau dikenal luas sebagai penceramah, pengasuh rubrik keislaman di media massa, serta narasumber dalam berbagai forum keagamaan.
Penghargaan
Atas dedikasinya, KH Husin Naparin menerima berbagai penghargaan dari lembaga pemerintah, organisasi keagamaan, hingga institusi pendidikan. Salah satu penghargaan yang diterimanya adalah Asian Development Golden Award 2002 dari Citra Mandiri Indonesia di Jakarta.
Kepergian KH Husin Naparin menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya umat Islam yang selama ini mengenal beliau sebagai ulama, pendidik, dan tokoh panutan.(##/Ghib)
Comments are closed.