Lulus Ph.D di Usia 32 Tahun, Sulfandi Resmi Raih Gelar Doktor Fisioterapi Usai Lolos Viva Voce di UiTM

SAMARINDA ( Amanah Ummat Com). Prestasi akademik gemilang kembali ditorehkan oleh putra daerah. Dr. Sulfandi, S.Ft., Physio., M.Fis., AIFO., AFB. MSc., PhD, dosen muda Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKES WHS) Kalimantan Timur, secara resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (Physiotherapy) dari Faculty of Health Sciences, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Ia dinyatakan lulus usai berhasil melewati ujian Viva Voce pada 22 Januari 2026.

Pencapaian ini terasa lebih istimewa karena diraih di usia yang terbilang muda, yakni 32 tahun. Hal itu menjadikan Sulfandi sebagai salah satu doktor termuda di bidang fisioterapi, membuktikan dedikasi tinggi dalam menempuh perjalanan akademiknya hingga jenjang tertinggi.

Gelar doktor tersebut diperolehnya melalui program HS952 – Doctor of Philosophy (Physiotherapy). Riset disertasinya berjudul “Effects of Combination Muscle Energy Technique and Eccentric Exercise on Functional Performances in Adults with Knee Osteoarthritis.”

Penelitian tersebut mengkaji solusi inovatif untuk masalah kesehatan yang prevalen. Fokusnya adalah efektivitas kombinasi Muscle Energy Technique (MET) dan latihan eksentrik dalam meningkatkan performa fungsional penderita osteoarthritis lutut, kondisi yang banyak menurunkan kualitas hidup populasi dewasa dan lansia.

Secara akademik, disertasi ini dinilai memberi kontribusi signifikan. Temuannya diharapkan dapat memperkaya praktik fisioterapi berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam menyediakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diaplikasikan di klinik.

Proses panjang tersebut dibimbing oleh dua supervisor berkompeten. Dr. Noor Azliyana Azizan bertindak sebagai supervisor utama, dengan pendampingan dari co-supervisor Dr. Zarina Zahari, keduanya dari Faculty of Health Sciences UiTM.

Sidang Viva Voce berlangsung dengan dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Ahmad Zamir Che Daud selaku ketua sidang. Tim penguji yang menguji karya Sulfandi terdiri dari Assoc. Prof. Dr. Nor Azlin Mohd Nordi dan Dr. Naresh Bhaskar Raj sebagai external examiner, serta Dr. Saiful Adli Bukry sebagai internal examiner.

Kelancaran proses akademik ini juga didukung oleh tim sekretariat dan administrasi sidang. Mereka adalah Mrs. Nur Ainah Binti Mohd Shipah sebagai pencatat notulensi, didampingi Assoc. Prof. Dr. Farah Ayuni Shafie dan Mrs. Nur Shafiqah Munazli.

Atas keberhasilan ini, keluarga besar Ikatan Fisioterapis Indonesia (IFI) Samarinda menyampaikan kebanggaan dan apresiasi mendalam. Keberhasilan Dr. Sulfandi, PhD tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga inspirasi bagi fisioterapis muda untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan berkontribusi lebih besar bagi ilmu kesehatan.

Diharapkan, gelar yang diraihnya ini menjadi modal strategis bagi pengabdian ke depan. Baik dalam ranah akademik, penelitian, maupun praktik klinis, untuk membawa manfaat luas bagi masyarakat dan kemajuan dunia fisioterapi di Indonesia. Selamat dan sukses kepada Dr. Sulfandi, PhD. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah dan memberi dampak nyata bagi kemaslahatan Kesehatan (Eka Siswanto Syamsul).

Bagikan

Comments are closed.