
KUTAI KARTANEGARA (Amanah Ummat.Com) Pemerintah Desa Bakungan melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai dampak menikah di usia muda serta pencegahan kenakalan remaja pada Senin, 25 Agustus 2025. Kegiatan ini digelar di Gedung BPU Kantor Desa Bakungan dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, para guru, serta para remaja dan orang tua yang menjadi peserta utama.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Didi Haryanto selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Loa janan mewakili Camat Loa Janan. Beliau menyampaikan pentingnya edukasi kepada generasi muda agar memiliki kesadaran mengenai risiko pernikahan dini serta dampaknya terhadap masa depan.
,Didi Haryanto dalam sambutanya mengatakan, menurut laporan dari UNFPA, risiko kematian bagi anak perempuan berusia 15 hingga 19 tahun yang melahirkan lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang hamil pada usia dewasa.
Selain itu, pernikahan dini juga berpengaruh negatif terhadap pendidikan. Anak-anak yang menikah pada usia muda cenderung putus sekolah.
Lanjutnya, Pada akhirnya, kondisi ini membatasi peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kehilangan akses terhadap pendidikan juga berdampak langsung pada ekonomi dan ketahanan keluarga.
Kata Haryanto, Dalam jangka panjang, pernikahan dini berpotensi memperkuat lingkaran kemiskinan antargenerasi, karena anak-anak yang menikah dini tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Secara psikologis, pernikahan dini sering kali memicu tekanan emosional, stres, dan gangguan kesehatan mental.
Anak yang menikah pada usia dini belum cukup matang untuk menghadapi tuntutan hidup berumah tangga.
Mereka lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan tekanan sosial yang tinggi.
Jelas Haryanto, Pernikahan dini menempatkan anak pada posisi yang kurang berdaya, sehingga mereka lebih rentan terhadap eksploitasi dan pelecehan, yang dapat berdampak pada stabilitas psikologis mereka.
“Menikah di usia muda sering kali menimbulkan berbagai persoalan, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, kita ingin mengajak remaja untuk lebih memahami dampak jangka panjang dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Didi Haryanto.
Selain itu, dalam sosialisasi ini juga dibahas mengenai pencegahan kenakalan remaja yang menjadi perhatian bersama. Fenomena pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga potensi terjerumus dalam perilaku menyimpang menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Narasumber dari pihak terkait memberikan materi mengenai pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, peran sekolah dalam mendidik karakter, serta upaya pemerintah dalam menyediakan kegiatan positif bagi remaja. Harapannya, para remaja dapat lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, keterampilan, dan kegiatan yang bermanfaat.
Masyarakat Desa Bakungan menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Para peserta merasa mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat, terutama dalam mendampingi remaja agar terhindar dari dampak negatif pernikahan dini maupun perilaku kenakalan remaja.
Pemerintah Kecamatan Loa Janan mendukung penuh program ini sebagai langkah strategis dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berakhlak, serta mampu menjadi penerus pembangunan di wilayah Loa Janan.(Adv Diskominfo kukar/Yub)
Comments are closed.