SAMARINDA (Amanah Ummat.Com) Majelis Ulama Indonesia (MUI ) kota Samarinda melalui komisi Ukhuwah Islamiyah menggelar Forum Graub Diskusi (FGD) dengan Tema” Peran Ulama Dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Dalam mendukung Visi Misi Kota Samarinda Maju,” Di Gedung MUI Kota Samarinda Jalan Juanda. Sabtu ( 9 /8/2025)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda, Drs. KH. Muhammad Mundzir, MH, KH. Mundzir mengapresiasi inisiatif FGD yang dilakukan Komisi Ukhuwah islamiyah, ini sebagai langkah strategis untuk menyatukan umat dan merumuskan solusi konkret bagi permasalahan sosial-keagamaan di Samarinda.

Menurut KH Mundzir, menghindari perpecahan , Pentingnya umat Islam memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dalam menghadapi tantangan geopolitik global dan kondisi ekonomi nasional yang berpotensi memicu perpecahan.
Sementara itu, untuk meningkatkan kwalitas kegiatan, panitia menghadirkan dua nara sumnber Pertama Drs. KH. Azhar Qowim, M.PdI dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur dengan Makalahnya” menyoroti peran ulama sebagai pemandu moral, mitra pemerintah, dan penghubung antara umat dengan pemangku kebijakan,”.
Pamateri kedua, DR. Darwis, M.Si dari MUI Kaltim dengan tema makalah “Pentingnya peran ulama sebagai mediator konflik, penggerak kegiatan sosial, dan pendidik generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah,”
Sementara Ketua Panitia Kegiatan Muhammad Idris menjalaskan dari hasil beberapa diskusi , menemukan beberapa masalah yang dihadapi umat di kota samarinda , Seperti masalah Pertama tentang Distribusi Zakat di Kota Samarinda yang mana Penyaluran zakat belum merata dan terdata secara digital, kemudian Potensi zakat besar, namun sebagian masyarakat belum menyalurkannya melalui lembaga resmi.
Kedua, tentang Distribusi Uang Infak Saldo di Masjid untuk Sekitarnya. Dimana dana infak menumpuk di rekening masjid, tidak optimal dimanfaatkan untuk program sosial-ekonomi warga sekitar. Ketiga, Strategi Organisasi Keislaman.
Banyak organisasi Islam belum bersinergi, sehingga program tumpang tindih dan dampak terbatas, Keempat, Strategi Konkret Pengembangan Dana Masyarakat (Darwis) yang mana dana masyarakat (koperasi, simpan pinjam, arisan, CSR) belum diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi umat. Dan terakhir adalah Strategi Dakwah Bagi Generasi Muda Islam di Masjid ,yang memprihatinklan minat remaja ke masjid menurun, tergerus oleh hiburan digital.

Lanjut Muhamad Idris Forum Diskusi Ukhuwah islamiyah memberikan beberapa rekomendasi ,Diantaranya digitalisasi sistem pendataan dan penyaluran zakat (aplikasi terpadu zakat) ,Peningkatan literasi zakat melalui khutbah, kajian, dan media sosial, Kolaborasi BAZNAS, masjid, dan pemerintah kelurahan untuk pemetaan mustahik, Membentuk tim pengelola infak berbasis pemberdayaan ekonomi (modal usaha mikro, beasiswa, bantuan kesehatan).
Audit dan laporan keuangan masjid secara transparan agar menumbuhkan kepercayaan jamaah.Program “Masjid Membina Usaha Warga” dengan pendanaan dari infak. Forum komunikasi lintas ormas Islam dengan agenda bulanan. Pembentukan sekretariat bersama untuk merancang program dakwah kolaboratif. Integrasi program sosial dengan visi pembangunan kota (pendidikan, lingkungan, ekonomi kreatif).
Membentuk “Bank Wakaf Mikro” berbasis masjid, Menghubungkan dana CSR perusahaan dengan program pemberdayaan ekonomi umat, Pelatihan manajemen usaha bagi penerima modal,Program kreatif: kajian tematik, podcast dakwah, pelatihan skill, kompetisi olahraga & seni islami,Pembentukan “Komunitas Remaja Masjid Digital” untuk dakwah di media sosial. kemudian memberikan ruang kepemimpinan kepada pemuda dalam pengelolaan kegiatan masjid.
Menurut Muhamad Idris rekomendasi distas diharapkan selaras dengan visi-misi Pemerintah Kota Samarinda dalam membangun harmoni sosial dan ekonomi kerakyatan. Katanya, MUI Samarinda berkomitmen untuk memfasilitasi kolaborasi antara ulama, ormas Islam, dan pemerintah dalam merealisasikan rekomendasi tersebut.
“Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan umat sekaligus mendukung pembangunan kota yang inklusif. Dengan semangat ukhuwah islamiyah, MUI Samarinda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, saling mendukung, dan berkontribusi positif dalam menghadapi tantangan zaman,”jelasnya . (Eka Siswanto Syamsul)
Comments are closed.