MUI Samarinda Apresiasi Kegiatan Masjid Al-Istiqomah Gelar Peringatan 10 Muharom dan Santuni Anak Yatim.

SAMARINDA (Amanah  Ummat.Com)- MUI Kota Samarinda melalui Bidang Ekonomi Ummat Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, menghadiri  undangan  Masjid Al-Istiqomah  Samarinda  yang menggelar kegiatan  peringatan 10 Muharam 1446  yang dirangki  dengan pemberian santunan untuk anak yatim, piatu, dan dhuafa  pada hari   Minggu (6/7/2025)

Rangkaian Kegiatan  yang dihadiri   Pengurus MUi Samarinda Bidang Ekonomi ummat Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc,  pengurus Masjid Al-Istiqomah , para undangan dan  120 anak yatim. Adalah  ceramah, doa dan pembagian bingkisan

Ketua Bidang  Ekonomi Ummat  MUI Samarinda Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, mengapresiasi kegiatan masjid yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan santunan , Ini adalah bentuk kegiatan positif yang perlu didukung karena dapat meningkatkan semangat keagamaan dan mempererat tali silaturahmi antarumat.

Lanjut  nya , Kegiatan ini juga menjadi momen untuk merefleksikan diri dan memperkuat keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT. Serta memupuk jiwa social. Oleh karena itu

MUI mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai masjid, sehingga semangat keagamaan dan persatuan umat Islam semakin terjaga dan terpelihara

MUI Samarinda  ,kata  eko siswanto Syamsul juga mengapresiasi masjid Al istiqomah yang memberikan santunan kepada para anak yatim dan duafa””Menyantuni anak yatim adalah amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, sebagian ulama menyebut momentum ini sebagai ‘Idul Yatama’ atau Hari Raya Anak Yatim,” ujarnya.

Ketua  Takmir Masjid  Al istiqomah, Ustadz Elansyah HS,  dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Allah atas terselenggaranya acara ini. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan semua pihak. Semoga amal baik ini diterima oleh Allah SWT,” ujarnya

Ustadz Elansyah  mengutip Surat Al-Ma’un, yang mengingatkan bahwa salah satu ciri orang yang mendustakan agama adalah mereka yang lalai dalam shalat, riya’, dan tidak peduli terhadap anak yatim serta fakir miskin.

“Kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa adalah bukti keimanan kita. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan dekat dengan beliau di surga,” tegasnya.

Sementara itu Ustadzah Mahmudah Binti Amien Mahmud, Lc, MA, sebagai penceramah dalam acara ini menyampaikan tausiyah tentang keutamaan bulan Muharram dan amalan di Hari Asyura.

“Muharram adalah bulan yang dimuliakan Allah SWT. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan ini sebagai puasa paling utama setelah Ramadan,” jelasnya.

Ia, juga mengisahkan sejarah puasa Asyura, yang bermula ketika Nabi Muhammad SAW melihat orang Yahudi berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS.

“Rasulullah kemudian memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura (10 Muharram) dan menambah puasa Tasu’a (9 Muharram) untuk membedakan diri dari tradisi Yahudi,” paparnya.

Selain puasa, Ustadzah Mahmudah menyampaikan bahwa Hari Asyura adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, terutama kepada anak yatim.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Taufik Hidayat, LC, MA, dilanjutkan dengan pembagian santunan dan bingkisan kepada 120 anak yatim, piatu, dan dhuafa.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi di kalangan umat Islam serta memupuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan. Semoga amal ibadah di bulan Muharram ini menjadi wasilah bagi seluruh peserta untuk meraih keberkahan dan rahmat Allah SWT. ( Eka Siswato Syamsul)

Bagikan

Comments are closed.