Bersama Awak Media PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik  Bahas Ketahanan Pangan Di kaltim

269

SAMARINDA Amanah Ummat.Com-Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik melakukan Bincang Santai bersama Jurnalis Kaltim di VVIP Room Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Sabtu (16/2/2024).
Dalam kegiatan, Pj Gubernur Kaltim didampingi Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Siti Farisyah Yana membahas tentang Ketahanan Pangan di Kaltim.
Bincang Santai diikuti puluhan wartawan yang dipandu Karo Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kaltim Hj Syarifah Alawiyah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kaltim Siti Farisya Yana memaparkan secara singkat garis besar dalam mencapai ketahanan Panganb.

“Jadi dengan meurujuk pada UU nomor 18 tahun 2022 tentang pangan pengertian dari Ketahanan itu adalah berbicara tentang kondisi terpenuhinya pangan dalam suatu daerah,” kata Siti.

Siti menjelaskan lebih mendalam berdasarkan data yang diporolehnya untuk menciptakan ketahanan pangan di Kalimantan Timur, bahwa dunia sekarang masuk dalam fase krisis pangan karena beberapa factor. Dan tentunya ini juga berimbas pada ketersidaan pangan di Kaltim.

“Dunia juga sekarang mengalami krisis pangan karena faktor di antaranya adalah Badai El Nino dan adanya perang di beberapa belahan negara dunia,tapi kami tetap optimis dan semangat untuk menjaga pangan di kaltim” jelasnya.

PJ Gubernur kaltim Akmal Malik dalamm kesempatan tersebut  juga memberikan pandangannya terkait ketahanan pangan. Khususnya dari  sudut pandang ekonomi.

Kata Akhmal Dari perspektif ekonomi tentunya kaltim bisa memenuhi kebutuhan pangan  .Tapi untuk kedepan kaltim perlu punya tekat untuk memenuhi ketahanan pangan secara mandiri.

“Seberapa lama kekuatan fiskal Kaltim itu mampu menahan. Sebab itu, Kaltim harus bisa menyiapkan produksi pangannya sendiri.  “Dua bisnis yang tidak akan pernah mundur. Yaitu energi dan pangan. Ini perlu dicatat, orang bisa hidup tanpa listrik, tapi tidak tanpa nasi,” selorohnya.

“Apa kita bisa terus menjaga pasar? Ingat, ketersediaan itu tergantung uang. Maka tidak ada salahnya kita membangun budaya bertani. Pilihannya ya bertani modern,” sambung Akmal.
Lebih jauh dijelaskan Akmal, fiskal besar itu bisa melenakan. “Kita harus antisipasi kemungkinan terburuk,” pesan Akmal.

“Fiskal besar itu bisa didorong untuk membangun infrastruktur pertanian. Embung, bendungan dan lainnya,” paparnya.(Ghib)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.