PWI Kaltim Gelar Silaturahmi HUT Ke-78 PWI dan HPN 2024

520

SAMARINDA Amanah Ummat.Com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim menggelar kegiatan silaturahmi dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-78 PWI dan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 9 Februari, di Kantor PWI Kaltim Jalan Biola Samarinda, Jumat (9/2/2024).

Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 tertanggal 23 Januari 1985, pers Indonesia mempunyai sejarah dan peranan yang penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila; bahwa tanggal 9 Februari merupakan peristiwa bersejarah bagi pers nasional Indonesia karena pada tanggal tersebut di tahun 1946 terbentuk organisasi Persatuan Wartawan Indonesia yang merupakan pendukung dan kekuatan pers nasional.

Maka dalam rangka terus mengembangkan kehidupan pers nasional Indonesia sebagai pers yang bebas dan bertanggung jawab berdasarkan Pancasila, maka tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

Silaturahmi HUT PWI tahun 2024 ini, terasa berbeda dengan kegiatan yang biasa dilakukan elemen masyarakat umumnya. PWI Kaltim memberikan kesempatan kepada elemen pemerintah daerah dan wartawan untuk memberikan saran masukan dan otokritik kepada perkembangan dunia pers di Benua Etam.

Plt Ketua PWI Kaltim Ahmad Shahab dalam sambutannya menyampaikan, PWI Kaltim pada HUT Ke-78 PWI dan HPN 2024 ini, menggelar silaturahmi dan syukuran atas upaya yang telah dilakukan insan pers di Kaltim, dalam upaya menegakkan demokrasi kebebasan pers dan mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk meningkatkan kompetensi wartawan.

“Selama ini PWI Kaltim fokus pada pelaksanaan uji kompetensi wartawan, hasilnya 90 persen wartawan anggota PWI sudah lulus uji kompetensi, baik muda, madya maupun utama,” ujarnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada mitra kerja PWI baik pemerintah daerah maupun corporate yang selama ini telah mendukung kegiatan PWI seperti menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan yang terakhir bulan Desember 2023 lalu adalah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim.

HM Faisal – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kaltim yang turut hadir menyampaikan rasa bangga dan apresiasi pada wartawan di Kaltim yang telah turut serta mempertahankan Indek Kebebasan Pers sehingga menempatkan Kaltim peringkat 1 provinsi se-Indonesia.

“Mari kita jaga iklim pers yang telah kondusif antara masyarakat, media dan pemerintah yang telah terjadi selama ini, semoga kita bisa mempertahankan Indek Kebebasan Pers pada tahun 2024 ini, Selamat HUT PWI dan HPN 2024,” ucapnya.

Selain itu, Faisal juga menyampaikan terkait kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, yang akan menerapkan aturan media massa yang akan bekerjasama dengan Pemprov dengan kewajiban pimpinan redaksi harus bersertifikasi Utama Dewan Pers dan telah beroperasi minimal 2 tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim  Agus Hari Kusuma mengungkap, banyak menemukan wartawan yang mewawancarai dirinya tidak punya pengetahuan yang cukup tentang Tupoksi dan Struktur Organisasi Dispora. Kemudian pemahaman tentang keolahragaan dan kepemudaan juga dangkal.

“Perlu ditingkatan pengetahuan SDM wartawan melalui bimbingan teknis. Dispora siap menyelenggarakan hal demikian. Kita ingin kualitas berita tentang pembangunan kepemudaan dan olah raga makin berkualitas,” ujarnya.

Ia pun mengaku akan lebih nyaman diwawancarai wartawan yang sudah punya pengetahuan memadai tentang keolahragaan dan kepemudaan.

Hal senada turut disampaikan kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim HM Syafranuddin yang mengkritik wartawan yang tidak mengindahkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku.

“Wartawan yang muda-muda saat ini kadang melupakan bahkan tidak memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku, saya pikir tugas PWI dan kita bersama untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan pengetahuan wartawan,” kata Ivan sapaan akrab mantan wartawan Suara Kaltim ini.

Mendapat dikritik dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Agus Hari Kesuma, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Intoniswan membenarkan pengetahuan wartawan yang bertugas di lapangan memang perlu ditingkatkan.

“Apa yang disampaikan Pak Agus itu benar, dan perlu mendapat perhatian perusahaan pers maupun organisasi PWI Kaltim,” kata Intoniswan.

Menurut Intoniswan, apa yang disampaikan Kadispora Kaltim adalah fakta, bukan mengada-ada dan itu juga dirasakan wartawan senior.

“Tanggung jawab meningkatkan pengetahuan wartawan sebetulnya ada di masing-masing perusahaan pers, tapi itu juga bisa dibantu PWI Kaltim bekerjasama dengan OPD di lingkup Pemprov Kaltim,” katanya.

Selama ini PWI Kaltim fokus pada pelaksanaan uji kompetensi wartawan, hasilnya 90 persen wartawan anggota PWI sudah lulus uji kompetensi, baik muda, madya maupun utama. Tapi itu tidak cukup, meningkatkan pengetahuan wartawan harus dilakukan terus menerus.

Diterangkan pula, PWI akan didorongnya untuk bekerjasama dengan OPD dalam meningkatkan pengetahuan umum, teknis, dan tentang regulasi wartawan agar punya pengetahuan memadai tentang Tupoksi masing-masing OPD dan pembangunan yang sudah dilaksanakan OPD-OPD, sehingga pembaca dapat sajian berta yang lebih berkualitas dan lengkap.

“Peningkatan pengetahuan wartawan harus jadi prioritas masing-masing perusahaan pers dan PWI Kaltim,” pungkasnya. (hel)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.