2024, Baznas Kaltim Targetkan ZIS Rp 20 Miliar

1,282

SAMARINDA Amanah ummat.com. Tahun 2024 ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Propinsi Kalimantan Timur  menargetkan, Zakat, Infak Sedekah (ZIS) sebesar Rp 20 Milyar  dari para Muzakki.Nilai ini meningkat  dibandingkan dengan target tahun 2023 lalu yang sebesar Rp 16 miliar.

Menurut Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat Baznas Kaltim Miswan Thahadi di Samarinda, Rabo 31 januari 2024. Tahun 2023 lalu dari target 16 miliar , realisasinya Rp 14,4 milirar. Dan tahun 2024 ini pihaknya optimis tercapai target karena potensi zakat di kaltim sangat besar.

Misman Thahadi menyebutkan, merealisasikan  target tersebut, Baznas membuat beragam program yang diharapkan bisa memberikan dampak pada penghimpunan ZIS yang lebih besar. Dengan melakukan , sosialissi ,publikasi dan promosi serta transparansi dalam setiap program pengumpulan dan penyalurannya. Sehingga mampu menarik kepercayaan masyarakat.

“Sosialisasi, publikasi dan promosi  yang menjadi materi utama disampaikan ke masyarakat adalah tentang kesadaran berzakat, karena zakat harus dimulai dari kesadaran diri, niat dan direalisasikan,”ujar Thahadi

Lanjut Thahadi  Potensi  zakat di Kalimantan Timur sangat besar, jika dihimpun sebesar 6 triliun rupiah. BAZNAS Kaltim bersama seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di Kalimantan Timur secara keseluruhan masih di angka 100 miliar rupiah, masih sangat jauh dari capaian potensi yang ada. Sehingga pihaknya  terus bersinergi untuk mencapainya

“ BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk menjadi lembaga terunggul dalam pengelolaan zakat, tidak hanya unggul dalam program-programnya, tetapi juga unggul dalam pengelolaan laporan ZIS. Oleh karena Transparan baik laporan dana yang masuk ataupun dana keluar semua harus tercatat secara digital dan transparan kepada publik, seperti yang telah berjalan hingga saat ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,”katanya.

Ia mengatakan pada 2023, Baznas mengumpulkan zakat sebesar Rp14,4 miliar, sebagian besar atau senilai Rp13,3 miliar telah disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, seperti fakir, miskin, mualaf, dan lainnya.

Disamping itu juga  disalurkan ke 10 kabupaten/kota, seperti untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, lansia miskin, kaum difabel, dan untuk penanganan stunting sebagai upaya membantu program pemerintah,” kata Miswan.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.