10 Amalan Bulan Rajab yang Dianjurkan dalam Islam

1,655

Berdasarkan penanggalan Masehi, bulan Rajab 1445 H  dimulai pada 13 Januari 2024. Berikut sejumlah amalan bulan Rajab yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Bulan Rajab menjadi salah satu bulan mulia dalam ajaran Islam. Rajab merupakan salah satu bulan Haram di antara 12 bulan yang ada dalam penanggalan Hijriah.
Pada bulan ini terlimpah keutamaan dan keistimewaan yang sayang jika dilewatkan. Untuk itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh.
Lantas amalan apa saja yang dianjurkan dilakukan di bulan Rajab. Untuk mengetahuinya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Membaca Doa Ketika Masuk Bulan Rajab
Membaca doa ketika masuk bulan Rajab menjadi amalan pembuka yang sangat dianjurkan. Membaca doa di malam 1 Rajab ini sudah lazim dilakukan oleh para ulama salaf terdahulu. Ada pun amalan ini disandarkan pada pada sebuah hadits yang menerangkan tentang doa yang dibaca Rasulullah saat memasuki bulan Rajab.
“Sesungguhnya, Nabi SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan’.” (HR. Bukhari).
Sebagaimana hadits di atas, umat Islam dapat membaca doa berikut saat malam 1 Rajab:
Arab Latin: Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana.
“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.”(1)
2. Memperbanyak Istighfar
Di bulan Rajab ini, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar. Adapun bacaan istighfar bulan Rajab yang dapat dilafalkan yakni:
Arab Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa shana’tu wa abu-u laka binikmatika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta
Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah. (1)
3. Dzikir
Amalan bulan Rajab lainnya yang sangat dianjurkan yakni memperbanyak dzikir. Bahkan, terdapat bacaan dzikir yang dapat diamalkan pada 10 malam pertama, 10 malam ke dua, dan 10 malam terakhir bulan Rajab.
Nah, berikut ini bacaan dzikir bulan Rajab yang dapat diamalkan:
Bacaan Dzikir 1-10 Rajab
Selain memperbanyak istighfar di sepanjang bulan Rajab, juga terdapat dzikir yang diamalkan pada 10 hari pertama di bulan Rajab. Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.
Adapun bacaannya, yakni:
Arab Latin: Subhaanallaahil hayyul qayyuum
Artinya: Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Bacaan Dzikir 11-20 Rajab
Bacaan dibawah ini dapat detikers amalkan ketika memasuki 10 hari kedua di bulan Rajab. Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali.
Arab Latin: Subhaanallaahil ahadush shamad
Artinya: Maha uci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya
Bacaan Dzikir 21-30 Rajab
Selanjutnya adalah dzikir di 10 hari terakhir bulan Rajab. Dzikir yang biasa atau lumrah dilakukan pada tanggal 21 sampai tanggal 30 pada bulan Rajab, yaitu:

Arab Latin: Subhaanallaahir ra-uu
Artinya: Maha suci Allah yang Maha Belas Kasih
Dzikir ini dibaca sebanyak 100 kali. Setelah itu, dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.(1)
4. Bacaan pada Hari Jumat Terakhir Bulan Rajab
Amalan bulan Rajab selanjutnya memanjatkan membaca lafaz berikut ini di hari Jumat terakhir bulan Rajab:
Arab Latin: Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh
Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah
Amalan ini dibaca sebanyak 35 kali saat khatib sedang di mimbar atau saat khutbah Jumat.(1)
5. Puasa Rajab
Puasa sunnah menjadi salah satu amalan bulan Rajab yang sangat dianjurkan. Ibnu Abbas berkata, “Nabi berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata, ‘Tampaknya beliau akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.’ Lalu, beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, ‘Tampaknya beliau tidak akan berpuasa (bulan Rajab) seluruhnya.”
Merujuk pada dalil tersebut, tidak ada larangan berpuasa di bulan Rajab, sebagaimana halnya pada bulan-bulan lain. Oleh karena itu, puasa di bulan ini seharusnya dianggap sama seperti puasa-puasa pada bulan-bulan lain, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari di pertengahan bulan, dan puasa Dawud (berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari).
Salah satu keutamaan dari melaksanakan puasa di bulan Rajab adalah Allah SWT akan memberikan minuman yang teramat nikmat di surga. Keterangan ini sebagaimana yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
Rasulullah SAW bersabda, “Bahwasanya di surga ada sebuah sungai Rajab, airnya putih melebihi susu, manis melebihi madu, siapa yang puasa sehari di bulan Rajab, pasti Allah memberinya minum dari sungai (bengawan) tersebut.” (HR.Bukhari dan Muslim).(1
6. Sholat Sunnah Rajab
Amalan lainnnya yang dapat dilakukan umat muslim di bulan Rajab adalah melakukan sholat sunnah. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa shalat sunnah mutlak di bulan Rajab adalah mustahabbah (sunah). Dijelaskan bahwa seseorang yang berpuasa di hari Kamis dalam bulan Rajab, kemudian melakukan shalat sunnah sebanyak dua belas rakaat di antara waktu shalat isya dan sepertiga malam, maka permohonannya akan dikabulkan.
Cara melaksanakan shalat 12 rakaat mirip dengan shalat sunah pada umumnya, yaitu dengan melaksanakan 2 rakaat dan satu salam. Bila shalat 12 rakaat berarti terdapat 6 kali salam.
Tiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, disarankan membaca surat Al-Qadar sebanyak 3 kali dan Al-Ikhlas sebanyak 12 kali. Setelah menyelesaikan shalat, dianjurkan membaca shalawat sebanyak 70 kali, yaitu: “Allahumma shalli ‘ala Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi.”
Setelah membaca shalawat, disarankan untuk sujud sambil membaca: “Subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh” sebanyak 70 kali. Setelah selesai sujud, duduk sejenak sambil membaca: “Rabbighfir warham wa tajawaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azzul akram” sebanyak 70 kali. Kemudian, sujud lagi dengan membaca: “Subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh” sebanyak 70 kali. Setelah selesai, mohonlah kepada Allah SWT atas hajat yang diinginkan. (2)
7. Merayakan Isra Miraj
Salah satu keutamaan dari bulan Rajab adalah peristiwa isra miraj. Peristiwa isra miraj tersebut merupakan perjalanan Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril yang dimulai dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dari Masjidil Aqsha ke Sidratil Muntaha untuk menghadap Allah.
Kejadian ini terjadi pada Jumat pertama bulan Rajab dan menjadi malam penuh renungan atau malam kesedihan bagi Nabi, karena pada malam itu beliau merasakan kehilangan paman dan istri tercintanya, Khadijah.
Peristiwa agung ini juga menjadi titik awal dalam sejarah kewajiban umat Islam untuk melaksanakan shalat lima waktu. Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam berkata: “Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissallam sehingga Rabb-ku mengatakan:
‘Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan.(3)
Oleh karena itu, pada peringatan Isra Miraj umat muslim dianjurkan untuk memperbaiki kualitas sholat dan melaksanakan amalan-amalan sholeh lainnya.
8. Bersedekah
Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di bulan Rajab. Beberapa hadits menunjukkan bahwa seseorang yang bersedekah di bulan mulia tersebut akan mendapatkan pahala yang berlipat.
terbang
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah SWT akan menjauhkannya dariapi neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua”.(4)
9. Dzikir Pagi dan Sore Hari
Amalan selanjutnya yang dianjurkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak dzikir. Adapun dzikir yang dapat dibaca sepanjang bulan Rajab diantaranya:
Allahummaghfirli warhamni watub ‘alayya
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku dan kasihanilah aku, serta terimalah tobatku
Ustadzah Halimah Alaydrus mengatakan bahwa dzikir di atas dapat dibaca selama 70 kali setelah subuh dan setelah maghrib atau isya.
“Kalau bisa sambil angkat tangan sebagai salah satu cara agar doa kita dijabah. Istiqomah selama satu bulan di bulan Rajab, insyaallah allah akan halangkan badannya dan rambutnya dari api neraka. Artinya Allah akan ampuni dosa-dosanya, insyaallah,” terangnya dalam sebuah video YouTube. (5)
Selain itu, dzikir lain yang dapat diamalkan umat Islam pada pagi dan sore hari selama bulan adalah:
Arab Latin: Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku.”(1)
10. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya berdasarkan kalender Hijriah, termasuk bulan Rajab. Jika dikonversi ke dalam kalender Masehi, ayyamul bidh Rajab jatuh di hari Kamis, Jumat, Sabtu pada tanggal 25, 26 dan 27 Januari.
Dikatakan bahwa orang-orang yang melaksanakan puasa selama tiga hari ini, maka akan mendapatkan keutamaan berpuasa sepanjang tahun. Abudzar ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Kemudian Allah menurunkan ayat dalam kitabnya yang mulia karena membenarkan hal tersebut: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ [QS al-An’am: 160]. Satu hari sama dengan 10 hari’.” (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Ia berkata: “Hadits ini hasan.” Ibnu Majah juga menilainya sebagai hadits shahih dari jalur riwayat Abu Hurairah ra). (I’ânatut Thâlibîn Juz II).(Sumber Detik Sulsel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.