Tinggal 11 Halaman

Oleh :Safruddin Pernyata

1,225

Kaget. Bagaimana bisa, Walikota Samarinda Dr. Andi Harun ‘mengungkap’ ihwal saya. Dia tahu kebiasaan, kesenangan dan kisah hidup saya.

“Konsep pembangunan Pasar Pagi itu antara lain diilhami oleh tulisan Pak Syaf. Saya sudah lama baca di media,” kata Andi Harun.

Saya memang pernah menulis tentang keberadaan Pasar Pagi, sebuah pusat belanja warga Kaltim sepanjang sungai ke hulu hingga Long Bagun – Long Pahangai dan dari muara; pesisir sampai Bontang Sangatta, Sangkulirang hingga Berau di utara atau Sanga-Sanga, Handil II, Senipah Samboja ke selatan.

Karena sungai Mahakam adalah Anugerah Allah yang tiada tara, semakin ke sini semakin terasa sebagai ‘penanda; landmark, ikon kota Samarinda, lalu semakin ramainya pengunjung kapal wisata dengan semakin baiknya dermaga, maka tidak salah kalau sungai Mahakam, Kapal wisata, terkoneksi dengan Pasar Pagi. Untuk itu, Pasar Pagi bukan sekedar wadah jual beli tetapi menjadi pusat wisata belanja. “Di sini, mulai minyak goreng, gamis, emas bertatahkan berlian hingga minyak pelet tersedia.”

“Kita bangun dan kita kembangkan Pasar Pagi modern yang terkoneksi dengan Citra Niaga

Sementara di tepiannya kita bangun teras Samarinda. Tahap pertama tinggal beberapa hari selesai. Tahap kedua persis bersisian dengan Pasar Pagi dan tahun ini, saya sudah alokasikan 25 milyar untuk renovasi mesjid raya (Darussalam). Di Timur, kita kembangkan China Town sebagai destinasi wisata berbasis budaya.”

Mulut saya ternganga. Ingin rasanya melihat Samarinda lebih megah sebagaimana saya bayangkan atas penjelasan Walikota. Sebagai warga kota, 65 tahun tumbuh kembang hingga menua, berharap agar bisa melihat perubahan itu, senyampang kaki masih bisa melangkah dan mata masih bisa memandang.

Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu (KKSTD) adalah rekaman subjektif atas apa yang saya lihat, saya dengar dan rasa tentang Samarinda tempo dulu tahun 60-an hingga penghujung 2000. Saya tulis, terbitkan dan Alhamdulillah mendapat apresiasi Pak Wawali Rusmadi Wongso dan ternyata Pak Andi Harun berkenan hadir bahkan memberikan sambutan pada peluncurannya.

Kebisaan saya adalah menulis. Saya ingin anak cucu saya tahu bahwa bapak atau kakeknya tidak punya jejak membangun dan mengembangkan kota kecintaannya. Maka, menulis kisah masa lampau, itulah yang. bisa dilakukan, agar anak cucu tahu bagaimana kampung besar ini tumbuh menjadi kota metropolitan dan … kita harus merawatmya.

Terimakasih pak Walikota yang telah membuat saya haru karena berkata, “Tinggal 11 halaman saja lagi buku ini saya tamatkan.” Semoga Pak Walikota dan Wakil Walikota senantiasa sehat, diberikan kepancaran dalam tugas dan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.@@@

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.