Waketum MUI Komentari Polemik Tahiyat dan Amin, Ingatkan Kedewasaan Berpolitik

993

JAKARTA, Amanah ummat.Com— Belakangan video viral candaan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, tentang pelafalan amin dan gerakan dalam shalat menjadi kontroversi di tengah masyarakat.

Merespons itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, meminta semua pihak untuk memahami betul (bertabayun) ucapan tersebut.

“Ini sesungguhnya, kalau saya lihat, awalnya yang gergeran (candaan), jadi gegeran (keributan),” ujaranya dalam keterangan pers yang diterima MUIDigital (23/12/2023).

Merespons ucapan yang viral itu, sebelum jatuh pada penilaian penistaan agama, Kiai Marsudi meminta umat 3 hal.

Pertama, suatu perbuatan atau ucapan sangat erat dengan maksud tujuannya.

Artinya, perkataan Zulhas itu bisa dinilai kalau kita betul-betul mengetahui niat beliau mengucapkan hal itu. Alumuru bi maqashidiha.

Kedua, mengingat sekarang adalah masa kampanye (yaumul khiyar), Kiai Marsudi meminta tokoh masyarakat untuk tetap mengedepankan akhlak dalam menyampaikan segala hal yang menyangkut tokoh dan sikap politik.

“Saya himau tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa tetap mengedapankan akhlak dalam menyampaikan pesan-pesannya. Lebih baik calon dan pendukungnya adu gagasan dari pada adu gos-gosan,” ujarnya.

Ketiga, masyarakat harus bisa membedakan antara “amin” yang merupakan akronim dari Anies-Muahimin, dengan “aamiin” dalam shalat yang artinya kabulkan doa kami.

Selain itu, dia juga meminta umat untuk membedakan isyarat telunjuk nomor urut capres dengan isyarat telunjuk tasyahud dalam shalat. Dia berharap masyarakat cerdas dalam menyikapi hal ini, serta tidak tergiring oleh opini yang menyesatkan. “Jadi bedakan. Masyarakat harus cerdas dan harus tahu ini (perbedaan),” ujarnya. (Rozi, ed: Nashih)

Leave A Reply

Your email address will not be published.