Wabub Pasir Syarifah Masitah Jenguk Semi

Lansia Sebatang Kara Yang Dirawat di RSUD

1,514

TANAH GROGOT Amanah Ummat.Com – Wakil Bupati Paser, Provinsi Kalimantan Timur Hj Syarifah Masitah Assegaf sangat tanggap dan cepat dalam merespon informasi jika ada warganya yang memerlukan uluran tangan, apalagi warganya yang kategori dhuafa sedang sakit.

Hal ini dibuktikan setelah mendapat informasi ada warga Lansia hidup sebatang kara dengan rumah pinjaman dalam kondisi sakit dan tidak mendapatkan penanganan maksimal di Puskesmas kecamatan Long Ikis kabupaten Paser kemudian dirujuk oleh para relawan kabupaten Paser ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot langsung menjenguk dan melihat langsung kondisi pasien tersebut.

Lansia yang bernama Semi (78) selama ini berdomisili di Desa

Teluk Waru RT.01 kecamatan Long Ikis kabupaten Paser hidup sebatang kara tidak memiliki sanak keluarga dan rumah pun dipinjami warga.

Didapati para relawan dalam kondisi mengenaskan karena sakit tidak bisa bergerak hanya terbaring lemas hingga berbalut kotoran. Oleh tetangga dibantu relawan dan pegiat sosial kecamatan Long Ikis di bawa ke Puskesmas Long Ikis.

Saat menjenguk Lansia Semi (78) di ruang perawatan RSUD Panglima Sebaya, Wakil Bupati Syarifah Masitah dihadapan para relawan yang turut mendampingi pasien meminta agar relawan pegiat sosial selalu bersinergi dengan Pemkab atasi masalah di masyarakat.

“Relawan dapat bersinergi bersama pemerintah dalam membantu menangani masyarakat yang memang membutuhkan uluran tangan kita, bahkan mengajak seluruh masyarakat kabupaten Paser untuk menumbuhkan rasa saling peduli terhadap sesama sehingga kabupaten Paser bisa lebih kondusif.” ucap Masitah saat menjenguk Lansia Semi, Senin, 11 Desember 2023.

Dalam kesempatan tersebut Masitah juga memberikan semangat kepada pasien, dan juga meminta kepada perawat di RSUD Panglima Sebaya agar dapat menangani dalam pengobatan ibu Semi dengan baik. “Tolong layani dan rawat baik-baik ibu Semi, beliau sebatang kara, tidak ada sanak keluarga sedarah, kita-kita inilah saudara beliau yang harus membantu maksimal, hingga  sehat dan bisa beraktifitas seperti biasa.” pinta Masitah dihadapan para perawat dan relawan.

Sementara itu perkembangan kesehatan Ibu Semi semakin membaik. “Alhamdulillah perkembangan Bu Semi semakin  membaik, selama tiga hari dirawat di RSUD Panglima Sebaya didampingi rekan dari Yayasan Relawan Paser Mandiri Tanah Grogot (YRPM),” Jelas Jamrun pegiat soal asal kecamatan Long Ikis.

Relawan yang turut mendampingi Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf menjenguk Semi, sangat bergembira dan berterimakasih kepada wakil Bupati atas waktu dan memberikan semangat kepada ibu Semi.

“Kami segenap relawan kabupaten Paser mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bu Wakil Bupati yang sudah meluangkan waktunya untuk membesuk para pasien yg berada di rumah sakit,” jelas Jamrun.

Lebih lanjut Jamrun mendoakan semoga Wakil Bupati selalu diberikan kesehatan, usia yang bermanfaat. “Doa kami untuk ibu Masitah, semoga beliau selalu sehat dan usianya berkah, dan diberikan kewenangan jabatan lebih tinggi sehingga dapat berbuat lebih banyak lagi bagi orang-orang yang memang membutuhkan,” ucap Jamrun dengan tulus.

Sementara Kepala Desa Teluk Waru Kecamatan Long Ikis Afdal Al-Assegaf mejelaskan bahwa Ibu Semi adalah perantau pendatang dari Jawa. “Beliau pendatang dari Jawa, namun untuk jelasnya akan saya konfirmasi dulu di bagian kependudukan di kantor desa,” jelas Afdal melalui pesan WhatsApp.

Semi, seorang nenek sebatang kara tanpa keluarga. Berdomisili di desa Teluk Waru Kecamatan Long Ikis kabupaten Paser, didapati terbaring sakit, dengan kondisi sangat memprihatinkan dengan kotoran yang sudah mengering menempel di badannya.

Adanya informasi seorang nenek yang menderita sakit dan tidak berdaya ini, ditindaklanjuti Hariani seorang penggiat sosial dan kemanusiaan di Long Ikis, cepat bertindak membersihkan kotoran dan memandikan mengurangi bau yang cukup menyengat, dan langsung membawa lansia tersebut untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

“Bersama bapak Said Jamal, tetangga ibu Semi, kami mengantarkan ibu Semi ke Puskesmas Long Ikis, agar mendapatkan perawatan sekitar hari Senin, 4 Desember 2023,” terang Hariani kepada media ini, Jum’at, 8 Desember 2023.

Semi saat dirawat di Puskesmas Long Ikis

Saat dirawat di Puskesmas Long Ikis didapati informasi Semi menderita penyakit Diabetes, “Kurang lebih 4 hari dirawat di Puskesmas Long Ikis kondisi belum menunjukan perubahan, tadi saat kami kembali membesuk beliau di Puskesmas Long Ikis kami melihat sesuatu yg berbeda, karena beliau berbaring dengan kotoran yg sudah mengering, miris melihatnya sungguh tidak ada perhatian dari perawat di Puskesmas,” ucap Heriani.

Jamrun, pegiat sosial di Long Ikis menyampaikan, pihak pegiat sosial ditelpon oleh pihak puskesmas pada hari Jum’at, 8 Desember 2023 agar segera membawa pulang pasien Semi.

“Mendapat informasi tersebut para pegiat sosial kebingungan, karena tidak ada perkembangan kesehatan justru oleh pihak Puskesmas diminta dibawa pulang,” ungkap Jamrun.

Selaku pemerhati sosial di Kecamatan Long Ikis, lanjut Jamrun terus terang mengaku bingung. “Kami bingung, harus berbuat apa dengan kondisi ibu Semi yang tidak ada kemajuan kesehatan malah diminta dibawa pulang, sehingga kami coba untuk melakukan koordinasi dengan Dinas sosial kabupaten Paser, dan mendapat dispensasi 2 hari untuk dirawat di Puskesmas.(mn)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.