Dewan Dukung Upaya Pemkot Samarinda Atasi Pemukiman Kumuh

181

SAMARINDA Amanah Ummat.Com Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani , mendukung penuh upaya pemerintah kota melalui instansi dalam hal penataan terhadap kawasan Permukiman kumuh di Samarinda .

Angkasa Jaya Djoerani kepada Media menuturkan, tidak bisa dipungkiri jika saat ini masih banyak permukiman warga Samarinda  yang nampak kumuh, terutama yang berada di kawasan pinggiran Sungai karang mumus, sekitar pasar dan lain lain .

“Kalau kita lihat di pinggir pinggir Sungai karang mumus, disekitar pasar masih banyak kita jumpai permukiman masyarakat yang belum tertata, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama terutama intansi terkait untuk membantu mengembangkan kawasannya agar bisa tertata rapi dan lebih sehat bagi masyarakat yang bermukim di sana,” kata Angkasa Jaya D. di Gedung DPRD Kota Samarinda belum lama ini(10/11/2023).

Kawasan Kumuh Kota Samarinda

Ketua Komisi III DPRD Samarinda ini memberikan dukungan penuh terhadap transformasi kawasan kumuh di Kota Samarinda. Ia menilai, tindakan ini merupakan langkah positif yang akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan kota secara keseluruhan.

“Transformasi kawasan kumuh bukan hanya berupa proses administratif semata, tetapi juga sebagai unsur utama yang akan menjadikan kota sebagai pusat perhatian,” ujarnya .

Ia yakin, transformasi kawasan kumuh dapat menjadikan Kota Samarinda lebih indah dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan yang manusiawi dalam proses transformasi tersebut.

“Kami sebagai mitra pemerintah tentu mendukung, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan memberikan mereka pendidikan, sosialisasi, serta dukungan keuangan yang sesuai,” tegasnya.

Angkasa juga meminta agar pemerintah kota memperhatikan aspek estetika dalam transformasi kawasan kumuh. Ia menilai, aspek estetika juga penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan kota. (adv/ DPRD Kota Samarinda/N)

Leave A Reply

Your email address will not be published.