Kurangnya SDM Pengawas K3, Potensi Munculkan Kecurangan Penilaian K3

441

KUTAI KARTANEGARA Amanah Ummat.Com– Predikat zero accident yang diraih sebuah Perusahaan menjadi sebuah penghargaan yang kerap kali dikejar dalam proses menjalankan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berhasil mencapai angka kecelakaan nihil. Namun ternyata, hal tersebut justru berindikasi kemungkinan terjadinya kecurangan penilaian melalui laporan real yang terjadi dilapangan, sebagai upaya meraih predikat nihil K3 diperusahaan.

Dugaan tersebut muncul akibat lambatnya informasi yang disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur, berdasarkan informasi yang di dapatkan media melalui informant terpercaya yang valid, telah terjadi kasus kecelakaan kerja Fatality (yang menimbulkan kematian) disebuah perusahaan pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara yang

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur Rozani Erawadi

Kepala Disnakertrans Rozani Erawadi menyatakan tidak ada informasi yang sampai, sesuai prosedur kejadian harus dilaporkan dalam waktu 1×24 jam kepada pengawas Disnakertrans Kaltim. Namun berselang satu bulan kejadian, hal tersebut justru lepas dari pengetahuan.

“Kapan kejadiannya? Saya tidak mendapatkan informasi tersebut? Harusnya ada laporan yang disampaikan, terlebih kejadiannya sudah terjadi sebulan yang lewat,” ujarnya Rozani Erawadi saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, rabu, (08/11/2023)

Rozani langsung memanggil pengawas K3 yang berada dikantor untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun saat ditanyakan hal tersebut Dedi Cahyono selaku pengawas K3 juga menyatakan baru mendapatkan informasi melalui awak media.

“Sebentar, saya konfirmasi ke pengawas yang ada disana (Site Loa Kulu),” ucapnya dengan sigap.

Namun saat berada di ruangan Kepala Dinas, Dedi menyatakan tidak ada kejadian tersebut, bahkan hal tersebut juga dikonfirmasi melalui pesan whatshapp dan telepon kepada pengawas yang bertuga di lokasi pertambangan. Berselang beberapa saat, pengawas Disnakertans Kembali mengkonfirmasi ulang melalui pesan whatshapp ke awak media bahwa telah terjadi miskomunikasi antara pengawas, dan menyatakan kejadian sudah dilaporkan dan berkas lengkap namun tidak langsung dilaporkan meningat banyaknya pekerjaan.

“Informasi sudah terlapor kan, tapi mungkin ada miskomunikasi dan sudah terpublish di berita,” ungkap Dedi melalui pesan whatshapp.

Saat ditanyakan apa mungkin kasus fatality yang berakibat pada hilangnya nyawa seseorang dapat terlewatkan, mengingat fatality merupakan kejadian yang tidak biasa. Dedi menjelaskan, hal tersebut memang menjadi kesalahan pengawas yang harus diakui.

“Iya, ini memang menjadi kesalahan. Harusnya tidak demikian, akan kami terus lakukan perbaikan yang maksimal,” ucapnya via telepone.

Dedi tidak memungkiri, banyak kendala yang terjadi khususnya terkait kurangnya sumber daya manusia dibidang pengawasan. Mengingat jumlah perusahaan yang tersebar di kaltim yang berjumlah puluhan ribu.

”Memang kondisinya saat ini belum memadai, dan akan terus kami lakukan perbaikan, terima kasih koreksinya” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Disnakertras terus membina Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Leave A Reply

Your email address will not be published.