Cegah Tangkal Kejahatan Obat dan Makanan, Balai POM Samarinda Gandeng MUI

280

SAMARINDA Amanah ummat.Com– Dewan Pimpinan MUI Kota Samarinda melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM)  menggelar Kegiatan “Pertemuan Penggalangan Stakeholder dalam rangka Cegah Tangkal Kejahatan Obat dan Makanan, Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sosialisasi Registrasi Izin Edar Badan POM bagi UMKM / Pelaku Usaha se Kota  Samarinda   di Hotel Mercure JL.  Mulawarman No 171, Pelabuhan, Kota Samarinda, 18 September 2023. 

Ketua MUI Kota Samarinda  KH Muhammad Mundzir  sangat mendukung kegiatan pencegahan kejahatan masalah obat dan makanan  karena Kejahatan di bidang obat dan makanan menjadi ancaman serius mengingat obat dan makanan merupakan komoditi strategis bagi masyarakat. Kejahatan obat dan makanan tidak hanya berdampak terhadap aspek kesehatan namun juga dapat merugikan aspek ekonomi maupun sosial.  

“MUI sangat mendukung kegiatan ini , dan MUI juga siap bekerja sama untuk ikut mencegah kejahatan masalah obat dan minuman karena ini juga merupakan tugas MUI untuk  mengayomi dan membantu umat dari makanan yang berbahaya, MUI juga menekankan agar umat memakan makanan yang halal ”ujar KH Muhammad Mundir

MUI mengingatkan agar umat islam menjauhi makanan yang diharamkan, karena makanan halal lebih banyak dan yang haram itu sedikit. Ada ratusan makanan yang halal sedangkan yang haram hanya puluhan. 

Peserta Kegiatan Pertemuan Penggalangan Stakeholder dalam rangka Cegah Tangkal Kejahatan Obat dan Makanan, Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sosialisasi Registrasi Izin Edar Badan POM bagi UMKM / Pelaku Usaha se Kota Samarinda/Foto Infokom MUI Kaltim)

Lanjut KH Muhammad Mundir makanan yang haram ada dalam Al-Quran Surat Al-Maidah Ayat 3. “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. “ kata mantan Ketua NU Samarinda 

KH Mundzir juga menghimbau kepada para pelaku usaha, di Indonesia ini mayoritas islam, sudah selayaknya produk produk yang dibuat para pelaku usaha juga harus halal, harus ada sertifikat halalnya. Sertifikat halal disamping membuat para konsumen merasa aman, makanannya juga jadi berkah.  

Kepala Balai Besar POM Samarinda Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc berharap kerja sama MUI dan POM samarinda bisa terus dilanjutkan , karena memberantas kejahatan obat ini, BB POM tidak bisa sendirian harus saling membantu, menguatkan, apalagi MUI dengan ceramahnya, khutbahnya bisa bersuara untuk mencegah kejahatan obat terlarang.

Sem Lapik juga mengingatkan agar pelaku usaha betul betul profesional dengan membuat produknya dengan bahan yang baik dan harus halal, jangan sampai memproduksi bahan yang berbahaya dan dilarang karena bila  dikonsumsi bisa merusak ginjal dan kanker .

“Banyak ditemui pelaku usaha masih menggunakan boraks, formalin dan pewarna, padahal itu berbahaya  bagi ginjal juga bisa menyebabkan kanker, juga kita temui kosmetik yang tidak aman bukan memutihkan wajah malah merusak,”ujar Sem Lapik, Apt., M.Sc

Oleh karena itu pihaknya berharap agar pelaku usaha mengikuti aturan, apalagi ada sertifikat halal yang dilakukan oleh LPPOM MUI tentu akan aman  dan halal.

Lanjut  Sem Lapik Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim akan menjadi peluang usaha bagi pengusaha maupun UMKM. IKN  katanya bisa menjadi salah satu pendorong peningkatan usaha, peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi, Pemindahan IKN.

” Selain menjadi peluang, tentu juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM, bukan saja menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi bagaimana meningkatkan SDM, sehingga menjadi UMKM yang berkapasitas, berkualitas dan mampu berdaya saing. 

Wakil Ketua MUI  Samarinda Bidang Pemberdayaan Ummat Ika Siswanto (Tengah)/Foto Infokom MUI Kaltim

Sementara itu kepada Media ini  Wakil Ketua MUI bidang  Pemberdayaan  Ummat   EKa Siswanto mengatakan, tujuan dari kegiatan ini salah satunya adalah mendukung UKM memproduksi produk  yang berkualitas dan  halal

“ Kegiatan ini bentuk kolaborasi Balai  Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) , Pegadaian  dan Komisi pemberdayaan ekonomi umat MUI Samarinda”’ ujar Eka Siswanto

Lanjut Eka Siswanto peserta dari kegiatan ini sekitar 75 orang tertdiri dari para pelaku UMKM, ormas Islam MUI, NU Muhammadiyah kota Samarinda.(Infokom MUI Kaltim /Ghib)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.