Dayana Cantik dari Kazakhstan

Catatan Rizal Effendi

215

DUTA Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Republik  Kazakhstan merangkap Tajikistan Dr M Fadjroel Rahman bersama sang istri, Poppy datang ke Kaltim, pekan lalu (1-3/9). Ini kunjungan balasan karena sebelumnya Wagub Kaltim Hadi Mulyadi pernah terbang ke sana.

Kazakhstan tadinya bagian dari Rusia. Baru memerdekakan diri 16 Desember 1991 bersama beberapa negara bagian lainnya. Wilayahnya seluas 2.724.900 km2 dengan penduduk 19.882.467 jiwa, menjadikan negara ini sebagai negara terluas ke-9 di dunia dan ke-2 terbesar dari negara bekas Uni Soviet.

Dayana yang cantik bersama Dr Meiliana

Kazakhstan sering disebut sebagai “Tanah Perawan”, karena beberapa wilayah negara ini belum tersentuh sama sekali. Tempat peluncuran roket luar angkasa Rusia, yaitu Baikonur terletak di Kazakhstan.

Tajikistan juga mulanya bagian dari Uni Soviet. Tapi negara ini setelah merdeka, justru menghadapi perang saudara. Negara berpenduduk 9.119.347 jiwa  dengan luas 143.100 km2 ini,  mengandalkan ekonominya dari perdagangan komoditas kapas, alumunium, dan uranium.

Penandatanganan MoU pengusaha Kazakhstan dengan Otorita IKN

Baik Kazakhstan maupun Tajikistan, penduduknya sebagian besar beragama Islam. Ada juga yang beragama Kristen dan Buddhisme. Menurut Konstitusi, Kazakhstan adalah negara sekuler. Sedang di Tajikistan, umumnya menganut Islam Sunni.

Tidak banyak orang Indonesia yang tinggal di negeri itu. Kira-kira hanya 140 orang di Kazakhstan dan 3 orang di Tajikistan. Mereka berdiam di Kota Nur Sultan hingga Al Maty. Awal tahun 2022, Dubes sempat cemas karena terjadi kerusuhan di Kazakhstan gara-gara kenaikan harga bahan bakar.

Fadjroel yang sebelumnya juru bicara Presiden Jokowi dilantik menjadi Dubes Kazakhstan bersama 16 dubes lainnya pada 25 Oktober 2021. Dia orang Banjar. Kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena itu datang ke Kaltim seperti pulang kampung. Logat Banjarnya masih terasa.

Fadjroel merasa perlu datang ke Provinsi Kaltim, selain untuk meninjau wilayah Kaltim yang kaya batu bara, minyak dan kelapa sawit, juga untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Datang ke Kaltim, Dubes juga membawa sejumlah pengusaha Kazakhstan. Mulai konsorsium konstruksi, bankir sampai start up. Ada juga perwakilan kantor gubernur Astana. Mereka ingin menangkap peluang usaha di proyek IKN. Makanya mereka menyempatkan diri mengunjungi  Sepaku. Mereka juga membawa Dayana, Duta Lingkungan Kazakhstan, influencer dan model di negerinya. Sempat tampil di acara Dialog Nusantara, IKN; Sentrum Peradaban Dunia bersama Dubes dan Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun di D’Bagios Caffe, Minggu (3/9).

Pemberian cenderamata dari pengusaha Kazakhstan kepada Asisten Sekprov Kaltim.

Dayana langsung menarik perhatian. Wajahnya sangat khas dan mungil. Wanita dari negara pecahan Rusia ini memang  dikenal menarik dan cantik.   Dia bilang negaranya juga memindahkan ibu kotanya dari Almaty ke Astana tahun 1997.

Kondisi Almaty sama seperti Jakarta, padat dan penuh polusi udara karena kelebihan penduduk. Belakangan nama Astana berganti menjadi Nur-Sultan sebagai penghormatan kepada Presiden Nursultan Nazarbayev, yang berkuasa pada 1990-2019.

Dia mengatakan perlu proses yang sangat kompleks agar dapat sukses untuk memindahkan sebuah ibu kota negara. “Dengan dipindahnya ibu kota, nantinya kendaraan listrik akan menjadi prioritas. Apalagi Indonesia salah satu negara penghasil nikel.  Kondisi ini sangat baik, belum lagi digitalisasi dan percepatan internet yang baik, maka ibu kota yang baru akan lebih baik dan lebih indah,” ujarnya.

Menurut Dayana, yang paling semangat pindah itu adalah kalangan generasi muda. Hampir 80 persen anak muda di negerinya mau ke ibu kota yang baru. “Karena di situ mereka beranggapan ada harapan baru dan juga peluang yang baru,” jelasnya.

MENYUSURI MAHAKAM

Ketika mengunjungi IKN, Dubes melihat kemajuan pembangunannya melalui Techno House. Lalu ke Titik Nol, Sumbu Kebangsaan sampai ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sergek, salah satu perusahaan kakap Kazakhstan menandatangani kerjasama (MoU) dengan IKN berkaitan dengan program perhubungan dan mobiliti pintar.

Dialog Nusantara Dubes, Duta Lingkungan Kazakhstan, dan Wali Kota Samarinda

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President Global Markets Sergek, Yelena Tkachenko dengan Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Prof Mohammad Ali Berawi disaksikan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan Dubes Fadjroel Rachman.

Menurut Dubes, penandatanganan MoU ini  selain menandai peringatan 30 tahun hubungan Indonesia – Kazakhstan, juga sebagai tindak lanjut  MoU sebelumnya antara Otorita IKN dengan Gubernur Astana pada 3 Juli 2023. Astana merupakan ibu kota pertama yang menjadi kota kembar (sister city) dengan IKN.

Ketika singgah di Kantor Gubernur Kaltim Samarinda, Dubes dan rombongan disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Syirajudin. “Kaltim sangat terbuka untuk bekerjasama dengan Kazakhstan di berbagai bidang mulai usaha, pendidikan, budaya dan pariwisata,” katanya.

Mereka juga sempat singgah di kampung budaya Desa Pampang dan menyusuri Sungai Mahakam. Sempat ikut menari dengan warga suku Dayak dan menyanyi di atas kapal, yang penuh daya tarik. “Alhamdulillah mereka mengakui perjalanan ke Kaltim penuh arti, baik dari kepentingan pengembangan usaha maupun persahabatan kedua negara,” kata Dubes.

Pemberian cenderamata dari pengusaha Kazakhstan kepada Asisten Sekprov Kaltim

Wagub Hadi Mulyadi ke Kazakhstan awal Juli lalu.  Dia dan rombongan mengikuti  Summer Festival Expo di Kota Astana, ibu kota Kazakhstan dirangkai dengan acara Trade and Investment Forum The Province of East Kalimantan. Salah satu yang ditawarkan adalah Pulau Maratua, yang diakui sangat menarik dan penuh daya pikat bagi wisatawan mancanegara.

Ketua Percepatan Pengembangan Maratua Dr Meiliana juga sempat membicarakan hal itu dengan Dubes Fadjroel Rachman. “Maratua juga memilikipotensi wisata laut yang menarik dari Kaltim dan tengah dikembangkan juga mengikuti program ekonomi biru  dari Bank Dunia,” jelasnya.

Mei sempat berbincang dengan Dayana. Ia terkagum-kagum dengan kecantikan sang duta dan influencer itu. Wanita Kazakhstan memang dikenal cantik-cantik karena percampuran berbagai ras. “Leluhur asli bangsa Kazakhstan ini berambut cokelat, berkulit putih dan bermata hijau,” kata Seisenkulova Gulnur, sosial budaya KBRI Astana.

“Melihat peran Dayana yang menarik perhatian kita, sepertinya perlu juga ditunjuk Duta Maratua. Untuk menambah kekuatan kita dalam mempromosikan keindahan pulau di wilayah Kabupaten Berau itu,” kata Meiliana.(*)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.