Luncurkan kampung ask Dagusibu, IAI Samarinda edukasi masyarakat Terkait penggunaan obat yang benar

564

SAMARINDA Amanah Ummat.Com-  Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Samarinda pada hari minggu 13 agustus 2023 bertempat di Perumahan Daksa, Loa Bahu, Samarinda, yaitu kegiatan : KAMPUNG ASK ME DAGUSIBU dengan tema: “Apoteker Sahabat Keluarga Melayani Edukasi DAGUSIBU”

Hadir sejumlah pengurus, ketua PC IAI Samarinda (apt. Wisnu cahyo prabowo), ketua penasehat cabang (apt. Sutarno), perwakilan puskesmas lok Bahu apt. Muspirah, puskesmas air putih apt. Ayunita, bbrp ketua RT, apoteker 50 orang, dan peserta sebanyak 50 kk (sekitar 200 orang).

Menurut  Ketua PCIAI Samarinda  apt. Wisnu Cahyo Prabowo ,  rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Cek kesehatan gratis, Pemaparan materi DAGUSIBU, Pencanangan Kampung Dagusibu, Pengisian Kuisioner (terkait kebiasaan, pengetahuan, dan sikap tentang DAGUSIBU serta tanggapan tentang edukasi yang diberikan), Pemberian dan Penempelan Sticker di setiap rumah warga, dan Pembagian kotak obat.

Lanjut  Wisnu Cahyo Prabowo , selain kegiatan diatas juga diselemggarakan  workshop dan kegiatan penyuluhan bersama tenaga pendidik Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman

“Pemberdayaan Masyarakat untuk Kesehatan dan Kesejahteraan melalui Edukasi dan Simulasi Produksi Minyak Gosok Rumahan” yang diberi nama Daksa Fresh

Apoteker adalah profesi yang memiliki kompetensi dalam menjelaskan obat kepada masyarakat, maka harapannya apoteker mampu memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar kepada masyarakat,” ujar Wisnu,

Sementara itu dari Perwakilan puskesmas air putih apt. Ayunita menjelaskan , Dalam bidang kesehatan, ada istilah DAGUSIBU yang merupakan kepanjangan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang, yang tujuannya agar masyarakat dapat memanfaatkan obat-obatan dengan benar.

Yang pertama adalah ‘Dapatkan’,  apt. Ayunita menjelaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan obat di tempat yang terjamin mutu dan kualitasnya dan sesuai resepnya. Jika obat itu harus dengan resep, maka masyarakat pun diminta untuk tidak membeli di tempat-tempat yang menjual bebas obat-obatan tersebut.

“Kemudian gunakan obat sesuai dengan indikasinya, satu orang dengan orang lain berbeda dengan yang lain kondisinya. Simpan, artinya penyimpanan obat sangat  penting karena itu dapat berpengaruh pada kualitas obat. Kalau menyimpan obat di tempat yang terbuka, kena sinar matahari langsung, suhu lebih dari 30 derajat, itu berisiko mengurangi kualitas obat,” urai apt. Ayunita.

Terakhir  lanjut Ayunita, adalah ‘Buang’ yang berarti  obat yang sudah tidak digunakan harus dibuang dengan cara digerus atau dirusak supaya tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ayunita berharap,  dengan adanya kegiatan KAMPUNG ASK ME DAGUSIBU ini masyarakat dapat menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. (Eka Siswanto Syamsul-PD IAI Kaltim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.