1 Oktober Kaltim Punya Gubernur Baru

Catatan : Rizal Effendi

205

MESKI masih satu bulan lagi masa jabatannya, Gubernur Kaltim Dr. Ir. H Isran Noor, M.Si sudah menyatakan pamit kepada masyarakat. Setidaknya itu tersirat dalam ucapannya saat penyerahan hibah dan bantuan mobil jenazah dari Pemerintah Provinsi Kaltim kepada perwakilan masyarakat, lembaga, dan organisasi, di teras Kantor Gubernur, Selasa (8/8).

“Terima kasih, salam untuk keluarga karena saya dan Wakil Gubernur akan pensiun akhir September nanti. Dan satu Oktober sudah ada gubernur baru,” kata Isran. Meski Isran mengucapkannya dengan senyum, sejumlah orang yang hadir mengaku sedih karena mereka sudah merasa nyaman selama ini bersama Isran dan Hadi.

“Ya kita sedih akan ditinggalkan Pak Isran dan Pak Hadi. Beliau sangat baik memimpin Kaltim,” kata beberapa tokoh yang hadir. “Kita doakan beliau diberi jalan oleh Allah untuk memimpin kita untuk kedua kalinya,” kata tokoh yang lain.

Isran dan Hadi dilantik Presiden Jokowi sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltim di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 1 Oktober 2018. Tidak terasa sudah hampir lima tahun mereka jalani. “Saya menyadari masih banyak hal yang belum dapat diperbuat. Kalau ada yang kurang berkenan selama kepemimpinan saya dan Pak Hadi mohon dimaafkan,” ujar Isran.

Ia juga mendoakan kepada seluruh masyarakat Kaltim agar selalu sehat dan sejahtera. Dia juga berharap penggantinya, gubernur baru, mampu memberikan kontribusi dan karya besar bagi Benua Etam.

Mengingat pemilihan kepala daerah serentak baru dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024, maka “gubernur baru” yang dimaksud oleh Isran adalah penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Hal ini juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.

Kaltim sudah berpengalaman dipimpin oleh Pj Gubernur. Ini terjadi pada masa transisi dari Gubernur Yurnalis Ngayoh ke Awang Faroek Ishak. Pejabat eselon 1 Kemendagri, Tarmizi Abdul Karim, sempat menjadi Pj Gubernur Kaltim dari tanggal 3 Juli 2008 sampai 17 Desember 2008, persis pada saat pelaksanaan PON XVII di Kaltim.

Masa kerja Pj Gubernur Kaltim yang akan ditetapkan oleh Presiden nanti terbilang cukup panjang, diperkirakan lebih dari setahun. Hitung saja mulai awal Oktober 2023 sampai dilakukannya pelantikan gubernur definitif, yang pasti akan berlangsung di atas bulan November 2024. Bahkan bisa jadi awal tahun 2025.

Siapa yang akan terpilih menjadi Pj Gubernur masih kita tunggu prosesnya. Nantinya ada enam nama yang akan digodok sebelum diajukan kepada Presiden. Tiga dari Mendagri dan tiga usulan DPRD Kaltim. Saya belum mendapat informasi kapan DPRD Kaltim akan melakukan paripurna. “Belum,” kata Wakil Ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, ketika saya hubungi pada Rabu (9/8) malam.

Sigit pernah menginformasikan bahwa ada beberapa nama yang masuk ke Dewan, di antaranya Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Dr. Akmal Malik, M.Si, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Dr. H Kamaruddin Amin, MA, dan Rektor Unmul Prof. Dr. Abdunnur, M.SI. Kecuali Akmal, Kamaruddin, dan Abdunnur adalah putra daerah Kaltim.

Beberapa nama lain dari orang daerah yang berstatus pejabat Eselon I atau memangku Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya adalah Sekdaprov Dr. Sri Wahyuni, Dr. Ir. HM Nurdin, MT, Staf Ahli Bidang Desa Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Dr. Myrna Asnawati Safitri, SH, MA, yang sekarang menjabat sebagai Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Itu adalah nama-nama orang daerah yang memenuhi syarat. Namun kita belum mengetahui nama-nama lain yang lolos lewat Mendagri. Saya mendengar bahwa selain Dr. Akmal, ada kemungkinan masuknya perwira tinggi dari TNI atau Kepolisian. Terdengar kabar bahwa seorang jenderal polisi berbintang dua memiliki peluang kuat untuk menjadi Pj Gubernur Kaltim.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa pihaknya sangat berharap Pj Gubernur Kaltim yang dipilih oleh Presiden berasal dari putra daerah. “Itu yang harus kita dorong, kita ingin putra daerah yang memiliki kemampuan nasional setingkat eselon di kementerian, baik itu Dirjen, sekretaris menteri, dan sejenisnya,” katanya kepada Tribunkaltim.co.

SEPTEMBER PENTING

Bulan September menjadi bulan penting bagi Isran Noor. Karena itu adalah bulan terakhir dia melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur Kaltim. Dia baru saja melakukan kunjungan ke wilayah Bontang, Kutim, dan Berau. Sebelumnya dia juga telah mengunjungi Kukar, Kubar, dan Mahulu. Ada kemungkinan akan diteruskan ke Balikpapan, PPU, dan Paser. Tentu saja, ini juga sekaligus sebagai pamitannya.

“Saya ingin berpamitan karena akhir September nanti saya dan Pak Wagub Hadi Mulyadi akan pensiun,” katanya dalam berbagai pertemuan di daerah yang dikunjungi. Tak jarang ucapannya itu dijawab spontan oleh masyarakat dengan, “Lanjutkan!”

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.