Wagub Hadi Mulyadi Buka Gelar Pelatihan Manajeman Pengelolaan Amal Usaha Masjid

KH Muhammad Rasyid: MUI sebagai Pelayan Umat

563

Samarinda-Amanah Ummat.Com-Masjid merupakan tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan umat, salah satunya dalam sektor ekonomi. Namun saat ini, potensi pemberdayaan ekonomi umat di masjid belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, diperlukan peningkatan fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat.

“Masjid juga sangat potensial menjadi basis pemberdayaan ekonomi umat. Potensi ini  belum termanfaatkan secara baik. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengembalikan salah satu fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat, ekonomi ummat harus bangkit salah satunya melalui Masjid” tegas Wakil Gubernur Hadi Mulyadi  ketika membuka  Pendidikan  dan Pelatihan manajemen pengelolaan Amal usaha Masjid  yang diselenggarakan  oleh Komisi  Pemberdayaan Ekonomi Umat  Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kaltim di Hotel  Fox di   Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda , Jumat malam (20 Juli 2023)

Lanjut Hadi Mulyadi Masjid tidak lagi hanya berpusat sebagai tempat ibadah , tapi juga bisa digunakan sebagai tempat kegiatan sosial dan bermasyarakat salah satunya adalah menjadi tujuan wisata religi.

Tujuan dari wisata religi mempunyai makna yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyampaikan syiar atau dakwah, bisa menambah ekonomi dan kesejahteraan masjid dan masyarakat sekitar.

“Masjid bisa dijadikan tempat religi, tapi harus bersih, rapi, dan indah.kalau masjidnya kotor jorok mana ada orang mau datang, selain itu pengurus Masjid harus membuat nyaman jamaah , suara imamnya harus bagus dan merdu, apalagi muadzinnya, kalau itu dilakukan  In-sya Alloh  jamaah  akan ingsya Allah  betah,” ujar Hadi Mulyadi.

Hadi Mulyadi memberikan nasehat kepada pengurus Masjid, agar senantiasa ikhlas bekerja. Jadi takmir  masjid, imam dan pengurus semuanya harus mencintai Masjid, selain itu pengelolaan uang juga harus tertib agar masyarakat atau jamaah  percaya. Dengan kepercayaan itu orang mau menymbang tidak ragu lagi.

Wagub juga berpesan , jagalah persatuan, hindari konflik , jangan hanya masalah Mazhab , masalah beda faham terjadi konflik antar pengurus.

Wagub Kaltim  bersama pengurus dan peserta pendidikan dan pengelolaan keuangan Masjid/fhoto Roghib

Ketua MUI Prov kaltim KH Muhammad Rasyid mengapresiasi  komisi ekonomi untuk menggelar Pendidikan  dan Pelatihan manajemen pengelolaan Amal usaha Masjid  .Hal ini sesuai peran MUI sebagai pelayan  umat (khadimul ummah).kegiatan ini merupakan lanjutan sebelumnya juga memberikan pemahaman dan pendidikan bagi pengurus Masjid

“Saya mengapresiasi Komisi Ekonomi yang telah beberapa kali menggelar pelatihan dan pendidikan pengurus Masjid, ini tentu sangat positif dan ini juga sangat selaras dengan MUI sebagai pelayan umat,  seperti  11 komisi di MUI semua sebagai pengejawantah program MUI  sebagai pembimbing, pengayom dan penjaga akidah umat ”ujar KH Muhammad  Rasyid

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat Akhmad Sobyan Herman SE, MM/Fhoto Roghib

Ketua Komisi  Pemberdayaan ekonomi umat  MUI kaltim Akhmad Sobyan Herman ,SE,MM melaporkan  bahwa kegiatan  Pendidikan dan pelatihan Manajemen  usaha masjid  merupakan kelanjutan kegiatan sebelumnya. Tujuan dari kegiatan adalah  mengembalikan esensi dan vitalisasi dalam mebangun ekonomi ummat.

Lanjut Sobyan ada 4 narasumber yang  memberikan materi  pendidikan dan pelatihan manajemen usaha Masjid yaitu Ritel, Pendidikan, Kesehatan dan sosial lainya (Perpustakaan goeshause,TV dll) juga ada pemaparan dari Bankaltimtara syariah tentang produk qris.

Sebagai Ketua Komisi  pemberdayaan Ekonomi,  Akhmad Sobyan Herman ingin mengangkat masjid khususnya di Kaltim  sebagai  pilar penting bagi pembangunan masyarakat, khususnya pembangunan ekonomi ummat.

“Saya ingin Masjid ini sebagai sentral ekonomi ummat, masjid didekatkan dengan lembaga keuangan( (Perbankan), di dalam masjid bisa dikembangkan bisnis, bahkan masjid bisa mengelola keuangan,”terang Herman

Sementara itu sebagai peserta pendidikan dan pelatihan manajemen Masjid  sebanyak 36 peserta dari 10 kabupaten Kota di kaltim. Kegiatan selama 2 hari (21-13) Juli  2023. Bertempat di Hotel  Fox di   Jl. Mayor Jendral S. Parman No.15, Temindung Permai, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda.(Roghib)

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.