Ketua MUI Kaltim Berikan Tausiah Halal bi Halal PWRI Kutim

272

SAMARINDA – Halal bi Halal yang digelar jajaran Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kutim di kantor Tupper Ware, jalan Pemuda, Samarinda, Sabtu (6/5/2023) berlangsung lancar dan kekeluargaan kegiatan itu menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indoesia (MUI) Provinsi Kaltim KH Muhamamd Rasyid, untuk memberikan tausiah.

Pada kesempatan itu Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid memberikan tausiah terkait halal bi halal dan silaturahim di saat bulan syawal seperti sekarang ini. Terutama bagi kalangan yang sudah pensiun, diharapkan terus beribadah dan berbuat baik seperti kegiatan sosial untuk bekal diakherat nanti.

“Di usia ‘senja’ seperti saat ini, para pengurus dan anggota PWRI sudah sepantasnya untuk beribadah dan berbuat lebih baik lagi yang bermanfaat bagi banyak orang. Terutama untuk kegiatan sosial, menyantuni anak yatim, panti jompo atau panti sosial lainnya,” kata Muhammad Rasyid.

Melalui kegiatan sosial seperti itu, diharapkan dalam sisa usia senja seperti sekarang ini, akan menambah amal ibadah bagi semua jajaran pengurus dan nggota PWRI Kutim. Bahkan langkah seperti itu bisa menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih kekal nantinya.

Diharapkan, momentum halal bi halal ini semua anggota dan pengurus PWRI bisa bersilaturahim. Sebab, menjalin silaturahim bisa menambah rezeki dan panjang usia.

Menurut Ketua PWRI Kutim H Iman Hidayat, kegiatan setahun sekali ini sengaja dikemas secara sederhana dan kekeluargaan. Acara ini untuk mempererat tali silaturahim bagi pengurus dan anggota PWRI Kutim.

Sebab, katanya, pengurus dan anggota PWRI Kutim tersebar di sejumlah daerah. Selain di Sangatta, ada juga yang di Samarinda, Tenggarong dan kecamatan lainnya di Kutim.

“Kegiatan ini sengaja kita gelar bersama, baik pengurus dan anggota yang ada di Sangatta maupun Samarinda serta Tenggarong. Kita ingin jalinan tali silaturahim semakin erat antar pengurus dan anggota,” kata Ketua PWRI Kutim H Iman Hidayat.

Dijelaskan, halal bi halal ini merupakan momentum yang baik untuk saling bersilaturahim dan bermaaf-maafan setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Bukan itu saja, pengurus dan anggota PWRI jarang bertemu, sehingga momentum ini dimanfaatkan betul untuk bersilaturahim bersama.

Kegiatan itu mengambil tema “Sucikan diri dengan silaturahmi di hari yang Fitri” dinilai cukup bagus. Sebab, momentum Idul Fitri, setelah melaksanakan puasa sebulan penuh, diharapkan semua insan muslim kembali fitri dan suci.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.