KH M. IDRUS RAMLI SANG PENDEKAR ASWAJA

1,661

KH Muh Idrus Romli yang dikenal sebagai pendekar Aswaja Indonesia/pengasuh pondok pesantren jember yang beberapa bulan lalu  memberikan tausiahnya di beberapa Masjid di Samarinda, diantaranya di Masjid Al-fatIhah  Unmul, Masjid Alma,rup dan kuliah subuh di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim.

Di kaltim mungkin hanya orang tertentu yang kenal beliau , tapi di luar daerah terutama di Jawa dan Jakarta, beliau sangat terkenal, terkenal sebagai pendekar aswaja, bahkan kandidat ketua PBNU menggantikan KH Said Aqil.

KH  Muhammad Idrus Ramli, Beliau adalah Pejuang Ahlussunnah wal Jama’ah yang video nya sering kita tonton di Media-media maya terutama di Youtube, tak diragukan lagi kehebatannya semua lawan-lawan dialognya pasti tak bisa menjawab balik argumen yang beliau sampaikan, ada beberapa yang bisa dijawab balik akan tetapi jawaban-jawaban mereka kebanyakan kurang ilmiyah cuma jawaban penutup malu saja, padahal lawan-lawan beliau adalah kebanyakan Ustadz-Ustadz jebolan Arab Saudi, Mesir dan lain-lain.

inilah bukti bahwa Santri Pesantren Jawa lebih Unggul dari Mahasiswa Jebolan Timur tengah, itu disebabkan Pesantren-Pesantren di Indonesia(khususnya yang Salafiyah/bukan salafi) sanad keilmuannya masih sambung dengan Ilmu para Ulama’ dan Ilmu yang disampaikan oleh baginda Rasul Saw.

KH M Idrus Ramli dan para tokoh masyarakat/agama di kaltim

Salah satu kehebatan beliau adalah, selalu tak terkalahkan apabila berdebat dengan aliran dan kelompok manapun baik itu dari Syi’ah, Wahabi ataupun dari Islam liberal. itu karena beliau tetap mendalami ilmu Islam walaupun sudah tak di pesantren lagi dan saya yakin beliau selalu tawassul kepada para Alim Ulama terutama Kyai-Kyai beliau karena salah satu pemanfaatan Ilmu adalah apabila Santri tidak lupa untuk selalu bertawassul kepada Gurunya. dan Ustaz Idrus itu selalu berpenampilan sederhana, pakai sarung dan kopiah biasa.

Berikut saya Sampaikan profil Ustadz Idrus ramli yang saya ambil dari situs pribadi beliau :

Muhammad Idrus Ramli, lahir di Jerreng Barat, Gugut, Rambipuji, Jember, 1 Juli 1975. Pada masa kecilnya belajar al-Qur’an, tajwid, dasar-dasar agama dan gramatika Arab kepada Kiai Nasyith di Pondok Pesantren Nashirul Ulum, selain menamatkan SDN Gugut I tahun 1986.

Melanjutkan belajar ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan (1986-2004) dengan menamatkan Ibtidaiyah (1990), Tsanawiyah (1994) dan Aliyah (1997). Tahun 1994 ditugasi mengajar di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darut Tauhid Injelan Panggung Sampang Ketika di pesantren sejak 1996-2003 aktif di Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pasuruan. Tahun 2002-2004 aktif di kajian RMI Cabang Kabupaten Pasuruan.

Setelah keluar dari Pondok Pesantren Sidogiri 2004, diangkat menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Jember 2004-2009 sambil mengajar di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo Jember. Tahun 2005 mengajar di Pondok Pesantren Nurul Musthofa Benua Lima Amuntai Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Tahun 2007-2012 diangkat menjadi anggota Lajnah Ta’lif wan an-Nasyr NU Jawa Timur. Tahun 2008- 2013 diangkat menjadi Ketua Lajnah Ta’lif waan-Nasyr dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Kencong.

Sejak mengajar di pesantren 1998, sering mengisi pelatihan kaderisasi Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang disebut ANNAJAH (istilah ASWAJA di Pondok Pesantren Sidogiri). Setelah keluar dari pesantren sering mengisi acara-acara seminar, halqah dan pelatihan ASWAJA di beberapa cabang NU Jawa Timur dan Jawa Tengah. Aktif di diskusi dua bulanan Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (INPAS) Surabaya.

Pengalaman tulis menulis dimulai sejak menjadi staf redaksi Majalah Ijtihad (1995-1996), Pemimpin Redaksi Majalah Ijtihad (1997), Pemimpin Umum Buletin Istinbath (1998-2001), dan Pemimpin Redaksi Jurnal TAMASYA (2003), di Pondok Pesantren Sidogiri. Aktif menulis di beberapa media seperti Majalah Santri (RMI), Aula (NU Jawa Timur), Jurnal al-Insan Jakarta, Buletin Sidogiri, Jurnal Maktabatuna (Pondok Pesantren Sidogiri), Majalah Aschal (Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Demangan Bangkalan), Majalah Khitttoh (NU Jember) dan lain-lain. Tahun 2008-2013 menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Milenia ASWAJA (NU Rencong).( Roghib dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.