Isro Mi’roj di Majelis Alwaridatin, Diisi Penceramah dari Makkah

276

SANGATTA.Amanahummat.com – Peringatan Isra Mi’roj yang digelar di Majelis Alwaridatin Nabawiyah di rumah H Indi (toko Emas Mungil), sekaligus haul Abah Guru Sekumpul, pada Rabu (1/2/2023) berlangusng semarak. Sebab, kegiatan itu dihadiri Al-Mukarram DR Al-Habib Basim bin Ahmad Al-Atthos dari Makkah.

Kegiatan pengajian rutin itu tidak seperti biasanya, lantaran banyak undangan dan masyarakat yang ikut hadir. Sebelum acara puncak peringatan Isro Miroj, dilaksanakan rutinan pembacaan Ratibul haddad yang digelar sepekan sekali.

Al-Habib Basim banyak mengupas tentang perjalanan Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa itu terjadi pada bulan Rajab seperti saat ini. “Bulan Rajab merupakan bulan keberkahan. Karena ada peristiwa Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW,” kata Habib.

Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan kekasih Allah dan tak hanya meninggikan kejadian Isro Mi’roj. Ketika Nabi Muhammad SAW diperjalankan Isro Mi’roj,  nabi bertemu dengan nabi-nabi yg lain,  seperti Nabi Musa AS,  Ibrahim AS dan lainnya.  Tapi yang dijadikan imam adalah Nabi Muhammad SAW.

“Ketika Nabi Muhammad dimi’rojkan,  penduduk langit sangat gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Bahkan sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW,  langit sudah dihias memyambut beliau. Pintu langit dibuka,” kata Habib.

Ketika sampai di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW dipersilakan naik sendiri, sehingga malaikat Jibril tidak ikut. Namun nabi bertanya kenapa jibril ingin meninggalkannya.

“Jika aku melangkah,  maka aku akan terbakar,”  kata Jibril, seperti dikutip Habib saat menceritkan peristiwa Isro Mi’roj.

Peristiwa itu menurut Habib, Allah SWT ingin memgumumkan bahwa Nabi Muhammad makhluk yg paling mulia dan paling tinggi makomnya.

Asa lautan di atas langit ke tujuh dan arsnya Allah.  Hanya Nabi Muhammad yg sudah samoai ke sana.  Sedangkan malaikat pun belum pernah ke sana.

Begitu besarnya Rahmat, di saat genting seperti itu,  Nabi Muhammad  SAW masih memikirkan umatnya. Meski Nabi bertemu dengan Allah SWT di tempat yang indah dan sempurna,  masih memikirkam umatnya. Berbeda dengan manusia jika memperoleh tempat yang indah bisa melupakan temennya.

Ketika diperintahkan 50 kali sholat,  nabi memikirkan umatnya yang lemah,  sehingga tidak sanggup melaksanakannya. Nabi meminta diturunkan 45 sampai 5 kali sholat lima waktu.  Ini semua merupakan bentuk kasih sayangnya kepada umatnya.

“Berkumpulnya di majelis seperti ini manfaatnya untuk kita semua.  Kita berterima kasih sudah melaksanakan perintah-perintah Allah dan Rasulnya. Sebab, beli ingin umatnya jauh dari api neraka,” ujar Habib. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.