Wakil Bupati Paser Jenguk Pasien Jamariah, Pasien Gagal Ginjal

865

TANAH GROGOT  AMANAH UMMAT.COM- Janji akan membesuk pasien gagal ginjal dan harus cuci darah rutin ternyata dipenuhi oleh Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf, SH, Rabu pagi (25/1-2023) sebelum berangkat ke kantor menyempatkan mampir ke ruang kelas III Penyakit Dalam di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot.

Mendapat kunjungan dari orang nomor dua di Kabupaten Paser ini membuat Jamariah (42) kembali bersemangat melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Jamariah sempat menangis setelah dia tahu siapa wanita yang berada di hadapannya, dia sangat tidak pernah menduga dapat bertemu dengan orang nomor dua di Kabupaten Paser meski ibu Jamariah dalam kondisi sakit seperti ini. “Terimakasih ibu mau susah payah tengok saya, yang hanya warga biasa,” ucap Jamariah  dengan berlinang bahagia yang tak terninilai.

Mendapati kondisi tersebut wakil Bupati pun tampak bahagia bisa jenguk warganya dikala dalam keadaan susah. “Ibu harus semangat, ibu harus sembuh, jangan lupa penyakit dari Allah, pasti Allah akan sembuhkan. Perbanyak mengingat Allah sang pencipta ya Bu,” pesan Hj. Syarifah Masitah saat menjenguk dan memberikan semangat Jamariah yang saat itu didampingi Darfina Ketua RT.05 desa Sawit Jaya yang menjaga sejak semalam.

Dalam kesempatan tersebut wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf juga menyampaikan jika nantinya kesehatan ibu Jamariah sudah stabil dan harus dirujuk ke RS Siloam Balikpapan jika terkendala sesuatu bisa menghubunginya.

Jamariah sangat terhartu dijenguk wakil bupati pasur Masyita Asyigaf/foto istimewa

Sementara itu Jamrun, Aktifis Penggerak Sosial  kecamatan Long Ikis yang mendampingi Jamariah mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah orang nomor dua di Kabupaten Paser sudah bersedia melihat kondisi Ibu Jamariah, dan memberikan suport pada ibu Jamariah, semoga ini bisa memberi semangat baru untuk kesembuhan Bu Jamariah,” kata Jamrun.

Disampaikan Jamrun, kesehatan ibu Jamariah sampai hari ini masih terus dilakukan perawatan dan harus menambah darah sebanyak 1 kantong mengingat kesehatannya mengalami penurunan, saat bincang dengan dokter yang merawat ibu Jamariah dan ibu wakil bupati,  seharusnya ibu Jamariah harus dirujuk ke Rs Siloam Balikpapan untuk melakukan perawatan lebih lanjut sehingga perawatan cuci darahnya bisa berlanjut.

“Mewakili masyarakat desa Sawit Jaya kecamatan Long Ikis khususnya dan Kabupaten Paser pada umumnya sangat berterimakasih atas perhatian ibu Hj. Syarifah Masitah Assegaf, orang nomor dua di Kabupaten Paser terhadap sosial dengan kesibukan beliau masih menyempatkan melihat kondisi pasien di RSUD Pangeran Sebaya,” ucap Jamrun.

Bukan hanya menjenguk wakil Bupati Pasir Masyitah Asyegaf juga membnerikan bantuan uang/fhoto istimewa

Menurut Jamrun, hal ini merupakan contoh buat kita semua untuk bisa berbagi, dan kami sebagai motor penggerak sosial dan kemanusiaan perlunya Sinergisitas bersama pemerintah dan lembaga-lembaga lain untuk dapat melakukan ke tengah-tengah masyarakat, semua tidak dapat kami lakukan sendiri tanpa ada peran rekan-rekan atau lembaga lain serta pemerintah, terutama pemerintah desa dimana pasien itu berdomosili sehingga dapat mewujudkan rasa saling peduli.

Seperti yang diberitakan amanah ummat sebelumnya, Kegembiraan Jamariah, wanita parobaya kelahiran 1981 ini seakan telah sirna saat divonis dokter mengalami gagal ginjal. Namun semangat untuk sehat demi anak-anaknya ditempuhnya dengan berobat rutin dan hingga saat ini telah 11 kali menjalani cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot dengan jarak yang harus ditempuh 55 km dari tempat tinggalnya di desa Sawit Jaya RT.05 Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser.

“Bu Jamariah saat ini harus menjalani perawatan Cuci darah seminggu 2X dengan keadaan ekonomi keluarga yg sangat minim dan selama ini yg menjadi tulang punggung keluarga ibu Jamariah sendiri, karena sudah tidak memiliki suami,” jelas Jamrun pegiat sosial di kecamatan Long Ikis kepada media ini, Selasa 24 Januari 2023.

Ibu Jamariah sebelum sakit merupakan tulang punggung keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan hidup hari-hari dengan tanggungan tiga orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. “Anak beliau yang pertama perempuan, Tiara kelas XII di SMAN 1 Long Ikis, anak kedua Indah, perempuan kelas VII di SMP dan yang kecil Babam, laki-laki baru duduk di Kelas V di SDN 016 Long Ikis. Sejak beliau sakit tidak bisa bekerja lagi sehingga untuk menopang hidup hari-harinya hanya menunggu uluran tangan tetangga,” jelas Jamrun.

Pewarta : H Munanto

Leave A Reply

Your email address will not be published.