Dari Seminar Pendidikan Garapan MUI Kaltim, Dosen dan Guru Harus Tahu Cara Mengajar di Era Milenial

844

Samarinda, Amanah ummat.Com-Menjadi guru, apalagi dosen di zaman milenial ini tidak mudah karena saat ini guru memiliki tantangan tersendiri, yang tidak hanya dituntut untuk mampu berdaptasi dengan perilaku dan sikap siswa yang dihadapinya, yaitu generasi Y atau milenial dan generasi Z, juga terkait dengan terhadap pesatnya teknologi informasi yang berkembang saat ini.

Prof.Dr. Zurqoni, M,Ag, Guru besar UINSI Samarinda memberikan tips  cara mengajar guru yang baik di era generasi milienial, yaitu: mampu memanfaatkan kecanggihan  sebagai sumber belajar dan komunikasi pembelajaran., mampu menjadi role model, memberikan teladan dan berperilaku. Seorang Guru juga harus melek dengan digital.

Dalam Talkshow Pendidikan Islam dengan mengambil tema ”Pendidikan Islam Dalam Menjawab Tantangan Zaman di Era Milenial dan Persiapan SDM Kalimantan Timur sebagai ibu kota Negara”. Talkshow Pendidikan Islam yang digarap MUI melalui komisi pendidikan dan kaderisasi kaltim belum lama ini di Hotel Senyiur, Jalan Diponegoro Samarinda. Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag mengatakan seorang guru juga harus, mampu menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna. Paradigma pembelajaran masa kini harus memberikan keleluasan pada siswa untuk berperan aktif.

“Guru harus menguasai berbagai sumber yang bisa dipakai sebagai penunjang dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya mengajar, namun harus menguasai berbagai sumber,  di mana siswa-siswi belajar, dan mengarahkannya agar bisa belajar dari sumber apapun. Guru berfungsi  sebagai penghubung sumber,” Ujar Guru Besar UINSI Samarinda itu.

Selain Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag dengan materi “Pendidikan Islam dalam menghadapi Era milenial dan revolusi Industri 4.0.” Talkshow juga menghadirkan narasumber KH Muhammad Rasyid (Ketua MUI Kaltim) dengan Tema ”Pendidikan dalam pandangan Islam secara umum.” Narasumber Kedua Prof. Dr. H. Susilo Ma’ruf, M.Pd dengan materi “Pendidikan Islam yang responsif budaya persiapan SDM bagi generasi Native Digital di IKN.”

Ketua MUI kaltim KH Muhammad Rasyid mengapresiasi Komisi pendidikan dan Kaderisasi yang telah menggelar Talkshow Pendidikan Islam. Pendidikan memang merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia, apalagi seorang muslim memang wajib baginya untuk menuntut ilmu.

Imam besar Masjid Islamic Center yang juga sebagai narasumber seminar pendidikan ini  mengatakan, tujuan dari pendidikan diantaranya, bisa berkompetisi dalam kehidupan dunia yang dinamis berkembang, bisa berbuat baik, dan memelihara lingkungan. Di samping juga menjadi generasi yang berkualitas, terhindar dari generasi yang lemah, memiliki moral Islam, agar bisa meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Para Peserta Talkshow Pendidikan Islam di Hotel Bumi Senyiur belum lama ini/ Foto M Roghib

 

KH Muhammad Rasyid juga menekankan pentingnya pendidikan yang saat ini juga sangat relevan, yaitu untuk menghadapi dipilihnya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN). Warga Kaltim harus mempersiapkan diri,  mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) di kaltim yang unggul, memiliki sklil, tinggi dan dibarengi akhlak yang mulia.

“Seminar Pendidikan ini juga sebagai upaya untuk mempersiapkan diri dengan SDM yang unggul, memiliki skil, daya saing, dan tentu saja dibarengi akhlak yang mulia, sebaliknya kalau kita tidak mempersiapkan diri, jangan salahkan kalau kita hanya jadi penonton, bahkan tersingkir, Ujar KH Muhammad Rasyid.

Prof. Dr. H. Susilo Ma’ruf, M.Pd sebagai pembicara kedua dengan makalahnya yang bertema “Persiapan SDM bagi Generasi Native Digital di IKN” mengatakan adanya tantangan SDM Metropolitan menuju SDM IKN diantaranya,  Literasi beragama merupakan pengetahuan seseorang tentang agama agama di dunia sehingga ia bisa mampu menganalisa titik temu nilai agama dan kehidupan.

“Apalagi tantangan Era Post-truth dimana kebenaran bukan oleh fakta tetapi oleh narasi golongannya. Refleksi masa depan pendidikan antara janji masa lalu dan masa depan yang tidak menentu,” ujar Susilo Ma’ruf Oleh karena itu lanjutnya, pendidikan harus dikelola dengan prinsip kerjasama, kolaborasi dan solidaritas, pentingnya pembelajaran ekologis, antar budaya dan interdisipliner, disini guru harus diakui sebagai produsen pengetahuan dan tokoh kunci transformasional.

Sementara itu, Ketua Komisi Pendidikan dan kaderisasi Drs. H. M. Khozin, M.Pd mengatakan, tujuan digelarnya Talkshow Pendidikan Islam bertujuan Pertama, memberikan pemahaman dan wawasan tentang pendidikan Islam untuk mewujudkan nilai nilai Islam.

Kedua, memberikan bekal kepada peserta sebagai pendidik agar dapat menghasilkan anak didik berkepribadian Islam yang beriman, bertaqwa dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangankan dirinya menjadi hamba Allah yang taat. Sementara itu  peserta Talkshow berjumlah 55 orang, yang berasal dari guru agama Islam di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA se-Samarinda.

Penulis: M Roghib

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.