Fenomena Nasdem

Catatan Syafril Teha Noer

580

Samarinda. Amanah Ummat .com – SELAIN cepat membaca, lincah bermanuver, dan lekas ambil posisi, Partai Nasdem agak-agaknya lebih ‘realistis’ sekaligus sensitif dalam usung-mengusung kandidat pemimpin nasional.

Kalau tak salah, partai Pak Surya ‘Brewok’ Paloh ini dulu termasuk yang pertama menjagokan Jokowi yang notabene ‘sosok luar pagar’. Pun di periode kedua. Sekarang itu diulangnya lewat penyorongan Anies Rasyid Baswedan (ARB) untuk pemilihan presiden 2024.

Saat prosesnya di internal partai masih berupa penjaringan dan penyaringan pun dua nama lain, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa, jelas samasekali tak berbau Nasdem. Andika tentara, tidak berpolitik. Ganjar malah kader PDIP dengan ke-PDIP-an yang relatif 24 karat – meski mungkin diangggap masih kurang karat dibanding Puan Maharani.

Kalau ARB kelak memenangi pertarungan, apalagi sampai dua kali sebagaimana Jokowi, kian komplitlah kapasitas Nasdem sebagai lokomotif dan dinamisator politik di Tanah Air. Perlu diingat, partai ini tidak menguasai kursi mayoritas di parlemen, yang memberinya keleluasaan mengusung sendiri calon. Pengusungan ARB sepenuhnya adalah hasil jurus rangkul, bujuk, lobi sana-sini.

Padahal, meski turut sebagai deklarator Nasdem ormas, ARB bukanlah kader Nasdem partai. Bukan siapa-siapa. Jangankan anak atau kemenakan, teman anak atau kemenakan Paloh pun tidak. Pengusungannya jelas jauh dari perkara hubungan darah dan trah-trahan kepemimpinan partai.

Sampai sekarang, tidak (sekurangnya belum) terdengar barter apa yang diingini Nasdem untuk ‘jerih payah’ menjagokan ARB. Pada kebanyakan partai lain, nego barter di masa-masa awal itu lumrah berupa ‘aku usung kau, tapi wakilmu nanti harus orang partaiku’. Atau, ‘kalau kau dukung aku, posisimu nanti adalah wakilku, sekurangnya menteriku’.

Begitu seterusnya – sampai ke bisnis lelang kursi di kabinet.

Fenomena Nasdem sekilas memberi harapan akan percaturan politik yang lebih dewasa, elegan, sopan, dan patut disangka hadir atas kesadaran mencari yang terbaik demi Nusa dan Bangsa. Bukan demi partai, apatah pula demi turunan darah ungu elitnya semata.

Bila nanti ARB menang, dan Nasdem menolak masuk kabinet (karena peran di lembaga perwakilan rakyat tak kalah penting dan terhormat), harapan itu bakal nyaris sempurna. Apalagi, jika diikuti penolakan konsesi-konsesi lain sebagai ‘balas budi’. Satu-satunya konsesi hanyalah ‘pokoknya kau bekerja untuk maslahat rakyat’.

Rakyat, dengan begitu, jadi beroleh pilihan; antara terus ngelus dada oleh wajah dan kelakuan yang menjemu dan menyebalkan, atau terjaga dan tersuntik optimisme berkat terobosan yang menggoda dan asyik; Antara yang melulu bermain di area sempit sentimen partai dan golongan, atau bekerja keras di wilayah luas, menembusi syahwat perkubuan, mengingat kepemimpinan yang mampu menyelesaikan derita Bangsa juwawuh lebih penting dan mendesak.

Apakah Nasdem kekurangan kader ‘layak lego’? Boleh jadi. Tapi toh banyak juga partai yang (kata anak-anak milenial) ‘maksa banget’? Sudah bahan bakunya buruk, diberi gincu dan bedak salah warna pula! Atau, malah memang tak cocok dengan model polesan apapun mengingat bakat yang tak ada!

Rakyat dah kian pintar. Dah tahu menilik dan menilai, mana yang akting, mana yang otentik. Mana yang potensial mampu, mana yang dikesankan, dibikin seolah-olah mampu lewat kerja-kerja ala buzzeriyah.

Anak atau cucu jenderal tak otomatis jenderal pula. Anak atau cucu gubernur bukan dengan sendirinya gubernur pula. Tak ubah anak atau cucu presiden, seniman, wartawan, guru, pengusaha besar, dan seterusnya. Tak sedikit contoh, betapa anak atau cucu orang-orang ternama sesungguhnya cuma penumpang gelap di bus yang pernah dikemudikan emak-bapak atau kakek-neneknya.

Tentu saja ada yang mampu mewarisi. Namun pewarisan bukanlah barang gratisan. Ia tetap harus ditakar dan tukar dengan ujian, kinerja, dan capaian murni. Bukan katrolan dan dandanan yang dipatut-patutkan. ***

 

1 Comment
  1. Amanah Ummat says

    Minta doa smg amanah ummat bisa diterima masyarakat khususnya masyarakat islam

Leave A Reply

Your email address will not be published.