Menjadi Takmir Masjid Yang  Profesional

249

Di Indonesia, Khususnya di Kalimantan Timur, Masjid telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada Masjid. Di samping menjadi tempat beribadah, Masjid telah menjadi sarana berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah, kepentingan sosial dan lain sebagainya.

“Meskipun demikian ini tidak berarti bahwa setiap masjid  sudah dikelola dan dimanfaatkan dengan maksimal. Masih ada beberapa masjid yang pengelolaannya masih memprihatinkan dan bahkan sepi ditinggalkan jamaahnya ,Kata Ustadh Gitta welly Ariadi di Masjid Subulus Salam Jalan Suryanata Samarinda dalam acara Training Manajemen Masjid belum lama ini.

Ustadh Gitta Willy H yang merupakan Takmir Masjid Jogokariyan, yang masjidnya  terkenal paling baik manejemennya itu mengatakan,  Masjid memang perlu dikelola secara profesional agar Masjidnya, jamaahnya dan masyarakat sekitar makmur.”Masjid yang makmur adalah masjid yang banyak jamaahnya, banyak kegiatan. Takmirnya professional dan sarana serta prasaranya yang lengkap,”ujarnya.

Di Training Manajeman Masjid yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut Ustadh Gitta Willy menjelaskan, misi Masjid ,menjadikan manusia beriman kepada Alloh dan hari akhir dan menjadikan masyarakat senantiasa shalat dan tunduk  kepada aturan Alloh. Mensejahterakan masyarakat, menjadikan masyarakat merdeka , hanya  takut  kepada Alloh.

Sedangkan Fungsi Masjid jaman Nabi SAW adalah . Tempat ibadah, tempat pertemuan, tempat madrasah ilmu, pusat informasi, pusat dakwah, musyawarah, pengadilan, tempat aqat nikah, tempat perlindungan,  tempat singgah musafir, tempat tinggl para sufi, tempat pengobatan dan lain lain.

“Seperti yang dijelaskan didalam Alquran Surat AT Taubah Ayat 8,”Sesungguhnya yang memakmurkan Masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut) kepada seorang pun (selain kepada Allah, maka mereka orang-orang yang diharapkan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk,” jadi menjadi Takmir Masjid mempunyai kedudukan yang kuat didalam Alquran,” Ujar Ustadh Gitta Willy.
Ustadh Gitta Willy menuturkan , Masjid seluruhnya milik Alloh (QS Jin18)  Masjid adalah rumah rumah  Alloh dimuka bumi, tak boleh ada makhluk yang memposisikan diri sebagai  penguasa masjid.

“ Takmir adalah pegawai Alloh, yang bertugas mengurusi rumahnya yang ada di bumi, mengurusi Masjid bukan sambilan, atau sekedar aktifitas sosial kemasyarakatan belaka, menjadi Takmir masjid  adalah  ibadah istimewa yang memerlukan totalitas. Mereka  bekerja pada Alloh, Alloh akan menggajinya   dengan maksimal. Sedangkan bila kita bekerja pada manusia, maka manusia hanya bisa menggaji minimal,” Ujar ustadh Tinggi besar  dan berwibawa itu.

Ustadh Gitta berpesan menjadi Takmir Masjid jangan  takut  miskin atau takut Masjid tak punya kas atau anggran, atau punya anggran besar tapi takut menggunakannya, apalagi dipakai untuk membina umat dan berjihad fisabilillahn karena Alloh yang akan mencukupi anggaran yang dibutuhkan pegawainya dalam mengurusi rumahNya,”Ujarnya.

Ustadh Gitta Wilyy H, juga menjelaskan  ciri-ciri Masjid yang Makmur diantaranya,

  • 1. Memiliki organisasi pengurus atau Takmir Masjid yang berkualitas. Salah satu cirinya ialah tidak terjadi tumpang tindih tugas serta segala program yang dibuat didasarkan pada data dan fakta yang terpercaya terkait kebutuhan masyarakat.
  1. Cerdas dalam memanfaatkan sumber daya, salah satunya sumber daya keuangan. Rekapitulasi keuangan selalu diperbarui, diolah secara rinci, dan disajikan secara transparan. Saldo kas untuk tiap akhir bulan harus mendekati 0 (nol). Asumsinya, kebanyakan penginfaq berharap uang yang diinfaqkan segera dimanfaatkan (tidak mengendap). Dengan segera terpakainya uang infaq maka bertanda pengurus Masjid cakap dalam memanfaatkan dan mengelola uang.
  2. Tersedianya ruang bagi anak-anak. Bila perlu ada personel yang ditugaskan khusus mendampingi dan memberi makanan ringan untuk anak-anak agar tidak ramai dan mengganggu jamaah di Masjid. Anak-anak adalah penerus generasi, bila Masjid sepi dari aktivitas anak-anak maka tunggulah kehancuran umat Islam. Masjid yang sepi dari anak-anak belum bisa dikatakan Masjid yang Makmur.
  3. Jumlah jamaah salat dalam sehari (5 waktu salat) cenderung sama. Bila jumlah jamaah antara salat Maghirb dengan salat Subuh terdapat ketimpangan maka Masjid tersebut belum makmur.
  4. Masjid terbuka bagi umum selama 24 jam non stop. Tidak peduli mazhab atau organisasinya apa asal bukan golongan yang sesat dibolehkan masuk Masjid. Para jamaah salat yang ingin menginap di Masjid diberi fasilitas penginapan (bisa berbayar atau gratis). Tentunya, harus ada pengurus Masjid yang bergantian ditugaskan untuk mengawasi Masjid selama 24 jam. (Roghib)
Leave A Reply

Your email address will not be published.